ANALISIS KOMPARATIF PENDAPATAN USAHATANI KELAPA SAWIT BERSERTIFIKASI ISPO DAN NON ISPO PADA KUD MUTIARA BUMI KECAMATAN BAJUBANG KABUPATEN BATANGHARI
Kata Kunci:
Komparasi, Pendapatan, Usahatani Kelapa Sawit, ISPO, Non ISPOAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan gambaran usahatani kelapa sawit petani bersertifikasi ISPO dan Non ISPO pada Koperasi Unit Desa Mutiara Bumi di Desa Pompa Air Kecamatan Bajubang Kabupaten Batanghari; (2) Menganalisis pendapatan usahatani kelapa sawit petani bersertifikasi ISPO dan Non ISPO pada Koperasi Unit Desa Mutiara Bumi di Desa Pompa Air Kecamatan Bajubang Kabupaten Batanghari; (3) Menganalisis perbedaan pendapatan usahatani kelapa sawit petani bersertifikasi ISPO dengan petani Non ISPO pada Koperasi Unit Desa Mutiara Bumi di Desa Pompa Air Kecamatan Bajubang Kabupaten Batanghari. Metode pengambilan sampel menggunakan metode purposie sampling dengan jumlah responden sebanyak 55 orang petani dengan pembagian 33 orang petani ISPO dan 22 orang petani Non ISPO . Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dan analisis perbandingan uji beda dua rata-rata. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Petani kelapa sawit ISPO dan Non ISPO yang tergabung dalam Koperasi Unit Desa Mutiara Bumi memiliki umur tanaman yang produktif yaitu rata-rata 16 tahun untuk petani ISPO dan rata-rata 18 tahun untuk petani Non ISPO, rata-rata luas lahan ISPO 2,6 Ha dan rata-rata luas lahan Non ISPO 4,25 Ha, jarak tanam yang serupa yaitu 8 x 9 meter. Jenis bibit yang digunakan yaitu Marihat yang merupakan bibit bersubsidi serta rata-rata jumlah pohon yang sama antara ISPO dan Non ISPO yaitu 130 per Ha. Pemanenan dilakukan dua kali setiap bulan atau sebanyak 24 kali dalam setahun. (2) Pendapatan usahatani kelapa sawit petani ISPO lebih tinggi dibandingkan dengan petani Non ISPO, dimana pendapatan usahatani kelapa sawit ISPO mencapai Rp. 30.639.579,-/Ha/Tahun, sedangkan petani Non ISPO sebesar Rp. 18.679.047,-/Ha/Tahun. (3) Berdasarkan hasil uji beda dua rata-rata, terbukti bahwa pendapatan usahatani kelapa sawit petani ISPO memiliki perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan pendapatan usahatani kelapa sawit petani Non ISPO.


