PEMANFAATAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE UNTUK PEMBELAJARAN ADAPTIF PADA KURIKULUM MERDEKA (Studi Kasus Di SD Negeri 2 Palabuhanratu)
Kata Kunci:
Kompetensi Digital, Artificial Intelligence, Pembelajaran Adaptif, Kurikulum Merdeka, TPACKAbstrak
Transformasi digital pasca-pandemi menuntut penguatan kapasitas pendidik dalam memanfaatkan teknologi secara tepat. Kehadiran Artificial Intelligence (AI) membuka peluang besar dalam personalisasi atau pembelajaran adaptif yang selaras dengan fleksibilitas Kurikulum Merdeka. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kompetensi digital guru dalam memanfaatkan AI untuk pembelajaran adaptif, menganalisis bentuk integrasi AI berdasarkan komponen Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK), serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya di sekolah. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus pada satuan pendidikan pelaksana Kurikulum Merdeka. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi non-partisipan, dan studi dokumentasi terhadap perangkat ajar guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi digital guru berada pada kategori cakap, di mana guru secara frekuentif telah mengintegrasikan AI generatif (ChatGPT) untuk menghasilkan ide perangkat pembelajaran yang lebih bervariatif. Ditinjau dari kerangka TPACK, guru berhasil menyelaraskan penggunaan AI dengan strategi pedagogis dan kebutuhan siswa guna mendukung ketercapaian tujuan pembelajaran. Faktor pendukung utama meliputi kesiapan sarana dasar (listrik dan internet) serta adanya pelatihan teknologi dari pihak sekolah. Sementara itu, faktor penghambat yang dihadapi adalah fluktuasi stabilitas internet dan keterbatasan kuantitas gawai yang mengharuskan penggunaan fasilitas secara bergantian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa adaptasi pedagogis guru yang matang dan dukungan fasilitas sekolah yang konsisten menjadi kunci keberhasilan integrasi AI dalam pembelajaran adaptif.


