PENERAPAN PRINSIP TERMOKIMIA UNTUK MENINGKATKAN KERUKUNAN PENDIDIK DAN KEBERHASILAN PENDIDIKAN: ANALISIS DINAMIKA INTERAKSI PENDIDIK MELALUI REAKSI PEMBENTUKAN DAN PERURAIAN
Kata Kunci:
Termokimia, Kerukunan Pendidik, Reaksi Pembentukan, Reaksi Peruraian, Sinergi, Keberhasilan Pendidikan, Al-Qur'anAbstrak
Pendidikan berkualitas sangat bergantung pada hubungan antar pendidik yang harmonis. Artikel ini mengkaji penerapan prinsip termokimia, khususnya konsep reaksi pembentukan dan peruraian, dalam meningkatkan kerukunan antar pendidik dan dampaknya terhadap keberhasilan pendidikan anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh hubungan antar pendidik yang harmonis—yang dianalogikan dengan reaksi pembentukan dalam prinsip termokimia—terhadap semangat kolaborasi dan hasil pembelajaran siswa, sementara konflik, yang dianalogikan dengan reaksi peruraian, dapat mengurangi energi positif dan berdampak negatif pada kualitas pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran (mixed-methods) yang melibatkan wawancara mendalam dengan 15 pendidik untuk menggali persepsi mereka tentang pentingnya kerukunan dalam pendidikan, serta survei terhadap 300 pendidik untuk mengukur hubungan antara kerukunan antar pendidik dan keberhasilan akademik siswa. Hasil wawancara kualitatif menunjukkan bahwa kolaborasi antar pendidik yang harmonis menciptakan lingkungan belajar yang lebih produktif, sementara ketidakharmonisan mengganggu kualitas pengajaran. Analisis kuantitatif menggunakan regresi linier menemukan korelasi positif yang signifikan (r = 0.72, p < 0.01) antara kerukunan antar pendidik dan hasil akademik siswa. Penelitian ini menyarankan agar kebijakan pendidikan lebih fokus pada pengembangan komunikasi dan kerja sama antar pendidik untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung keberhasilan siswa. Implikasi teoritis dan praktis dari penelitian ini, termasuk dasar normatif melalui ajaran AlQur'an tentang persatuan, memperkuat pentingnya kerukunan dalam dunia pendidikan