BIMPLEMENTASI SEX EDUCATION SEBAGAI ANTI PELECEHAN SEKSUAL SEBAGAI ANTI PELECEHAN SEKSUAL
Kata Kunci:
Pelecehan Seksual Anak, Pendidikan Seks, Pencegahan, Sekolah Dasar, Kesadaran, Batasan, Pelaporan, Pelatihan Guru, Keterlibatan Orang TuaAbstrak
Pelecehan seksual anak adalah masalah serius yang membutuhkan penanganan komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pelaksanaan pendidikan seks sebagai tindakan preventif di SD IT Al-Azhar 57 Kota Jambi. Temuan awal menunjukkan bahwa siswa sudah memahami batasan antara laki-laki dan perempuan, pubertas, dan cara membersihkan organ reproduksi. Namun, keesokan harinya mereka cenderung sedikit lupa apa yang telah disampaikan. Hal ini membuat anak-anak sangat rentan terhadap pelecehan seksual. Saat melaporkan kejadian pelecehan seksual, anak-anak cukup berani untuk melapor kepada kepala sekolah dan guru terkait sehingga mereka dapat dengan cepat merespons lokasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pendidikan seks di SD IT Al-Azhar 57 Kota Jambi dilakukan melalui integrasi ke dalam mata pelajaran terkait, seperti IPA dan Agama, olahraga, dan kegiatan sosialisasi. Materi yang disampaikan dalam sosialisasi meliputi pengenalan organ reproduksi, batasan tubuh, sentuhan aman dan tidak aman, bijak dalam bermedia sosial, dan cara melaporkan tindakan kekerasan. Meskipun demikian, pelaksanaan masih menghadapi beberapa kendala, seperti hanya berfokus pada kelas 5. Pendidikan seks terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran siswa tentang pelecehan seksual dan memberi mereka pengetahuan dan keterampilan untuk melindungi diri mereka sendiri. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan pelatihan guru, pengembangan materi yang lebih komprehensif, dan melibatkan orang tua dan masyarakat dalam upaya pencegahan pelecehan seksual anak.


