DISFUNGSI KELUARGA DAN DAMPAKNYA TERHADAP ANAK PADA KELUARGA BROKEN HOME DI NAGARI TANJUNG PONDOK KECAMATAN BASA AMPEK BALAI TAPAN
Kata Kunci:
Disfungsi Keluarga, Broken Home, Dampak Sosial, Anak, Tanjung PondokAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk disfungsi keluarga serta dampaknya terhadap anak pada keluarga broken home di Nagari Tanjung Pondok, Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap beberapa keluarga broken home, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan validasi menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disfungsi keluarga terjadi dalam tiga bentuk utama, yaitu disfungsi peran, disfungsi afeksi, dan disfungsi ekonomi. Ketidakseimbangan peran antaranggota keluarga, lemahnya ikatan emosional, serta ketidakmampuan memenuhi kebutuhan dasar menjadi penyebab utama timbulnya kondisi broken home. Dampaknya meliputi menurunnya interaksi sosial anak, tekanan ekonomi yang tinggi, serta penurunan dalam pemahaman dan praktik keagamaan. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan fungsi keluarga melalui komunikasi efektif, pembinaan keagamaan, dan dukungan sosial dalam mencegah disfungsi keluarga di masyarakat pedesaan.


