GANJARAN DAN HUKUMAN DALAM PENDIDIKAN ISLAM

Penulis

  • Zulhari Ramadhan STAI Ibnu Sina Batam Penulis
  • Ita Tryas Nur Rochbani STAI Ibnu Sina Batam Penulis

Kata Kunci:

Pendidikan Islam, Ganjaran (Tsawāb), Hukuman (‘Iqāb), Pembentukan Akhlak, Targhīb, Tarhīb

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep ganjaran (tsawāb) dan hukuman (‘iqāb) dalam pendidikan Islam sebagai instrumen pedagogis dalam pembentukan akhlak, kedisiplinan, dan tanggung jawab moral peserta didik. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi kepustakaan (library research), dengan pengumpulan data dilakukan melalui analisis dokumen dari sumber-sumber primer seperti Al Qur’an, hadis, dan karya ulama klasik (Al-Ghazali, Ibn Khaldun, Hasan Langgulung), serta literatur kontemporer (Daradjat, Ahmad Tafsir). Analisis data dilakukan menggunakan metode analisis isi (content analysis) dengan tahapan reduksi, klasifikasi tematik, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ganjaran berfungsi sebagai penguatan perilaku positif melalui penghargaan yang bersifat edukatif dan spiritual, sedangkan hukuman berfungsi sebagai sarana koreksi yang bertujuan memperbaiki perilaku, bukan menyakiti. Keduanya memiliki dasar filosofis dan teologis yang kuat dalam prinsip keadilan (‘adl), kasih sayang (rahmah), serta nilai keseimbangan antara dorongan (targhīb) dan peringatan (tarhīb). Penerapan reward dan punishment dalam pendidikan Islam menuntut kebijaksanaan, proporsionalitas, dan keteladanan moral guru sebagai mu’allim, murabbī, dan mu’addib. Dengan keseimbangan tersebut, pendidikan Islam tidak hanya membentuk kepatuhan formal, tetapi juga menumbuhkan kesadaran moral, spiritualitas, dan karakter peserta didik secara menyeluruh (kaffah).

Unduhan

Diterbitkan

2025-11-13