ANALISIS PENDEKATAN EKSPRESIF PADA PUISI “HUJAN BULAAN JUNI” KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO
Kata Kunci:
Karya Sastra, Puisi, Pendekatan Ekspresif, Hujan Bulan JuniAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendekatan eskpresif yang terdapat dalam puisi “Hujan Bulan Juni” karya Sapardi Djoko Darmono. Pendekatan ekspresif merupakan pendekatan yang menititk beratkan pada pengarang dan memandang karya sastra sebagai ekspresi, luapan, ucapan, perasaan sebagai imajinasi pengarang. Pendekatan ekspresif ialah pendekatan yang menghubungkan karya sastra dengan pengarangnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Metode kualitatif dipilih karena penelitian ini bertujuan untuk memahami dan menafsirkan makna yang terkandung dalam karya sastra secara mendalam, khususnya berkaitan dengan ekspresi perasaan dan pemikiran pengarang. Pendekatan analitis digunakan untuk mengkaji dan menafsirkan makna yang terdapat dalam puisi Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono melalui pendekatan ekspresif, yaitu pendekatan yang memandang karya sastra sebagai ungkapan pengalaman batin, emosi, dan pandangan hidup pengarang. Peneliti membaca cerpen Hujan Bulan Juni secara berulang dan mendalam untuk memahami isi dan maknanya, kemudian menandai serta mencatat bagian-bagian teks yang menunjukkan ekspresi perasaan, gagasan, dan pengalaman pengarang. Melalui puisi Hujan Bulan Juni” penyair menuangkan pikiran dan perasaanya secara bebas menggunakan bahasa yang di dalamnya sudah mengandung sebuah struktur fisik puisi. Dalam sebuah karya sastra, pembaca salah penikmat sastra, semakin banyak penilaian pembaca terhadap karya sastra maka semakin bagus pula karya sastra tersebut. Berdasarkan hasil analisis puisi Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono dengan menggunakan pendekatan ekspresif, dapat disimpulkan bahwa puisi ini merupakan wujud ungkapan batin penyair yang sarat dengan emosi, pengalaman personal, dan pandangan hidup yang mendalam. Melalui diksi yang sederhana namun kaya makna, penyair menghadirkan suasana batin yang hening, lembut, dan reflektif. Setiap bait menggambarkan proses emosional yang berbeda, mulai dari ketabahan dalam menyimpan rindu, kebijaksanaan dalam menghapus keraguan, hingga kearifan dalam menerima perasaan yang tak terucapkan.


