PERINGATAN 1 MUHARRAM SEBAGAI SARANA PEMBINAAN NILAI ISLAMI DAN KREATIVITAS ANAK DI NAGARI SURIAN
Kata Kunci:
Peringatan 1 Muharram, Pembinaan Karakter Islami, Kreativitas Anak, Pendidikan Nonformal Islami, Kuliah Kerja Nyata (KKN)Abstrak
Peringatan 1 Muharram memiliki potensi besar sebagai media pendidikan nonformal dalam pembinaan nilai-nilai keislaman dan pengembangan kreativitas anak apabila dikemas secara edukatif dan partisipatif. Namun, praktik peringatan 1 Muharram masih sering bersifat seremonial dan belum banyak dikaji sebagai sarana pembentukan karakter Islami anak berbasis masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di Nagari Surian, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat. Subjek penelitian adalah anak-anak jenjang SD hingga SMA yang mengikuti kegiatan peringatan 1 Muharram, dengan jumlah peserta sebanyak 17 orang, serta tokoh masyarakat sebagai informan pendukung. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan peringatan 1 Muharram di Nagari Surian yang melibatkan kegiatan zikir, doa bersama, ceramah agama, serta lomba Tahfidz Juz 30 dan Pidato Cilik (Pildacil) mampu menanamkan nilai-nilai Islami seperti iman, takwa, disiplin, percaya diri, tanggung jawab, dan ukhuwah Islamiyah. Kegiatan ini juga meningkatkan kreativitas anak, memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta memperoleh dukungan dan partisipasi aktif dari masyarakat. Mahasiswa KKN berperan penting dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan secara kolaboratif dan kontekstual. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa peringatan 1 Muharram di Nagari Surian tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan seremonial keagamaan, tetapi juga sebagai wadah efektif pembinaan karakter Islami dan kreativitas anak berbasis komunitas. Kegiatan ini berpotensi menjadi model pendidikan karakter Islami yang berkelanjutan di tingkat nagari. Temuan ini diharapkan dapat dikembangkan mnjadi model pendidikan nonformal berbasis komunitas yang mampu menumbuhkan nilai-nilai keislaman, kreativitas, serta partisipasi aktif anak. Selain itu, temuan ini diharapkan menjadi rujukan bagi pelaksanaan kegiatan keagamaan serupa di tingkat nagari maupun daerah lain


