NILAI ISLAM SEBAGAI PILAR TOLERANSI SOSIO-EKOLOGIS DALAM KEHIDUPAN MULTIKULTURAL
Kata Kunci:
Pendidikan Agama Islam, Ekopedagogi, Toleransi, Multikulturalisme, Etika LingkunganAbstrak
Perubahan iklim, degradasi lingkungan, dan meningkatnya ketimpangan sosial menjadi tantangan global yang beririsan dengan krisis moral dan spiritual. Dalam konteks Indonesia yang multikultural, intoleransi sosial kerap berjalan seiring dengan ketidakpedulian ekologis. Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai-nilai Islam sebagai fondasi toleransi sosio- ekologis melalui pendekatan ekopedagogi Islam. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka reflektif, dengan menelaah literatur akademik, dokumen kurikulum, dan penelitian terbaru mengenai pendidikan Islam, moderasi beragama, serta etika lingkungan. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam seperti rahmatan lil ‘alamin, adl (keadilan), dan ukhuwah (persaudaraan) dapat diaktualisasikan tidak hanya dalam hubungan antarmanusia, tetapi juga dalam relasi manusia dengan alam. Pendidikan Agama Islam (PAI) perlu mengintegrasikan paradigma ekopedagogi yang menumbuhkan empati ekologis, kepedulian sosial, serta kesadaran multikultural dalam satu kesatuan pembelajaran. Pendekatan ini memperluas makna toleransi dari sekadar penerimaan sosial menjadi sikap spiritual-ekologis yang menegaskan tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi


