ANALISIS VARIASI BAHASA PADA INTERAKSI PENGGUNA MEDIA SOSIAL TIKTOK PADA KALANGAN GEN Z DAN GEN MILENIAL KAJIAN SOSIOLINGUISTIK

Penulis

  • Bindu Sihombing Universitas HKBP Nomensen Penulis
  • Delvina Siahaan Universitas HKBP Nomensen Penulis
  • Diapita Br Sitepu Universitas HKBP Nomensen Penulis
  • Oktavia Marbun Universitas HKBP Nomensen Penulis

Kata Kunci:

Variasi Bahasa, Tiktok, Gen Z, Gen Milenial, Sosiolinguistik

Abstrak

Bahasa daerah memiliki peran penting dalam mempertahankan identitas etnis, budaya, dan nilai tradisi suatu masyarakat. Bahasa Pakpak sebagai salah satu bahasa daerah di Sumatera Utara memiliki keragaman internal berupa beberapa dialek, di antaranya Pakpak Simsím dan Pakpak Pegagan. Interaksi sosial yang intens antara penutur kedua dialek tersebut dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam konteks adat, keluarga, pendidikan, maupun aktivitas publik, memunculkan fenomena campur kode. Campur kode muncul ketika penutur menyisipkan unsur dialek lain dalam tuturan, baik pada tataran kata, frasa, maupun klausa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk campur kode yang terjadi antara dialek Pakpak Simsím dan Pakpak Pegagan, serta mengidentifikasi faktor penyebab munculnya fenomena tersebut. Kajian teoritis menunjukkan bahwa campur kode merupakan gejala umum dalam masyarakat multilingual dan dipengaruhi oleh kebiasaan berbahasa, situasi informal, kedekatan sosial, serta adaptasi linguistik penutur. Melalui analisis percakapan alami penutur, ditemukan bahwa campur kode terjadi terutama pada penyisipan kosakata khas masing-masing dialek dalam satu rangkaian tuturan. Fenomena ini mencerminkan dinamika linguistik masyarakat Pakpak Bharat sekaligus menandai adanya perubahan dan pencampuran identitas dialek yang semakin cair, terutama pada generasi muda. Penelitian ini penting sebagai upaya dokumentasi dan pelestarian dialek Pakpak agar tidak mengalami pergeseran di tengah perkembangan sosial dan teknologi

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-13