TEORI - TEORI KEPEMIMPINAN UNTUK MAHASISWA DALAM BERORGANISASI
Kata Kunci:
Kepemimpinan, Teori Sifat, Teori Perilaku, Teori Situasional, Mahasiswa, OrganisasiAbstrak
Kepemimpinan memiliki peran startegis dalam keberhasilan organisasi, termasuk organisasi kemahasiswaan sebagai wadah untuk pengembangan potensi diri yang dimiliki. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis teori sifat, teori perilaku, dan teori situasional atau kontingensi dalam kepemimpinan, serta relevansinya dalam konteks organisasi mahasiswa. Metode yang digunakan Adalah metode kualitatif dengan pendekatan keepustakaan (library research). Sumber data pada artikel ini meliputi literatur ilmiah seperti buku, artikel jurnal nasional dan internasional, serta prosiding yang berakaitan dengan kepemimpinan. Sampel dipilih secara purposive berdasarkan relevansi topik, kredibilitas penulis, dan kontribusi ilmiah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui identifikasi literatur, seleksi, pencatatan, serta pengelompokan berdasarkan kategori teori kepemimpinan. Validitas data dijaga melalui triangulasi sumber dengan membandingkan berbagai literatur yang relevan. Hasil artikel menunjukkan bahwa teori sifat menekankan bagaimana seorang pemimpin dapat mengembangkan sifat pribadi, teori perilaku berfokus pada tindakan dan pola interaksi pemimpin, dan teori situasional menekankan bagaimana gaya kepemimpinan harus disesuaikan dengan lingkungan organisasi dan kesiapan anggota, Ketiga teori tersebut berkaitan dengan bagaimana mahasiswa berorganisasi, terutama dalam hal tanggung jawab, kerja sama tim, komunikasi, dan pengambilan keputusan. Mahasiswa dapat mempelajari teori kepemimpinan untuk menjadi pemimpin yang inovatif, fleksibel, dan setia dalam menjalankan tugas di organisasi. Kesuksesan organisasi, termasuk organisasi kemahasiswaan, bergantung pada kepemimpinan. Organisasi membantu mahasiswa memaksimalkan potensi mereka.


