PERAN ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN MINAT GENERASI MUDA DALAM MENENUN KAIN ADAT SIKKA DI DUSUN GERE

Penulis

  • Allan Alvanyo Yerkuivbi Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero Penulis
  • Maria Clarita Hendrika Berek Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero Penulis
  • Adrianus Sony Hartono Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero Penulis
  • Marinus Kotalaka Rebu Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero Penulis

Kata Kunci:

Generasi Muda, Kain Tenun Sikka, Peran Orang Tua, Pelestarian Budaya, Dusun Gere

Abstrak

Tradisi menenun kain adat Sikka merupakan identitas budaya dan aset ekonomi yang penting bagi masyarakat Dusun Gere. Namun, arus modernisasi dan globalisasi menyebabkan terjadinya penurunan minat yang signifikan di kalangan generasi muda. Kurangnya pengetahuan dan ketertarikan ini mengancam keberlangsungan warisan budaya lokal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran strategis orang tua dalam meningkatkan minat generasi muda terhadap tradisi menenun, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penurunan minat tersebut, serta merumuskan strategi edukatif yang efektif untuk mempertahankan budaya menenun di Dusun Gere. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, studi pustaka dari berbagai artikel ilmiah, serta wawancara mendalam dengan narasumber primer yang terdiri dari orang tua dan tokoh masyarakat di Dusun Gere, Desa Koting A, Kabupaten Sikka. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data secara naratif, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa minat generasi muda yang minim dapat diatasi melalui keterlibatan aktif orang tua sebagai agen sosialisasi budaya utama. Peran orang tua diwujudkan melalui tiga strategi utama: (1) Pemberian contoh dan motivasi secara langsung untuk menumbuhkan ketertarikan awal, (2) Pendampingan edukatif melalui kegiatan belajar menenun bersama yang melatih motorik halus dan kesabaran, serta (3) Edukasi kultural melalui kunjungan ke tempat wisata tenun guna menumbuhkan rasa bangga dan kecintaan terhadap nilai simbolis kain Sikka. Peran orang tua tidak hanya terbatas pada pemberian teori, tetapi juga sebagai teladan dan fasilitator pengalaman langsung. Sinergi antara bimbingan emosional dan praktik langsung di lingkungan keluarga menjadi kunci utama dalam menjaga kelestarian tradisi menenun kain adat Sikka di tengah tantangan zaman modern.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-13