SIKAP WARA’ DALAM MENUNTUT ILMU MENURUT IMAM AL-GHAZALI DAN IMAM AZ-ZARNUJI SERTA RELEVANSINYA DENGAN SIKAP PESERTA DIDIK GENERASI Z
Kata Kunci:
Sikap Wara, Menuntut Ilmu, Iman Al-Ghazali, Az-Zarnuji, Sikap Peserta DidikAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep wara’ dalam menuntut ilmu menurut Imam Al-Ghazali dan Imam Az-Zarnuji, serta menelaah relevansinya terhadap sikap peserta didik Generasi Z dalam konteks pendidikan modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data primer bersumber dari karya Ihya’ ‘Ulum al-Din dan Ta‘lim al-Muta‘allim, sedangkan data sekunder diperoleh dari berbagai buku, jurnal, dan literatur yang relevan. Teknik analisis data dilakukan melalui pendekatan deskriptif-analitis dan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Imam Al-Ghazali memaknai wara’ sebagai sikap kehati-hatian batin yang berorientasi pada penyucian jiwa (tazkiyat an-nafs) serta kemurnian niat dalam menuntut ilmu. Sementara itu, Imam Az-Zarnuji memandang wara’ sebagai sikap praktis yang terwujud dalam adab, kedisiplinan perilaku, serta pengendalian diri selama proses pembelajaran. Keduanya memiliki kesamaan dalam menempatkan wara’ sebagai fondasi etis dalam menuntut ilmu, meskipun terdapat perbedaan dalam pendekatan, di mana Al-Ghazali lebih menekankan dimensi filosofis spiritual, sedangkan Az-Zarnuji lebih menitikberatkan pada aspek pedagogis-aplikatif. Relevansi konsep wara’ terhadap peserta didik Generasi Z terletak pada perannya sebagai pengendali etis dalam pemanfaatan ilmu dan teknologi. Implementasi nilai wara’ dalam pembelajaran formal dapat dilakukan melalui penanaman niat yang benar, penguatan etika akademik, serta penggunaan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab. Dengan demikian, integrasi nilai wara’ dalam pendidikan diharapkan mampu melahirkan peserta didik yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia serta kesadaran spiritual yang mendalam.


