INTEGRASI LANDASAN KURIKULUM DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Kata Kunci:
Kurikulum PAI, Landasan Teologis, Landasan Filosofis, Landasan Psikologis, Landasan Sosiologis, Insan KamilAbstrak
Pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan instrumen krusial dalam membentuk fondasi moral dan spiritual peserta didik di tengah arus globalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk membedah secara kritis empat landasan utama dalam pengembangan kurikulum PAI, yaitu landasan teologis, filosofis, psikologis, dan sosiologis, serta bagaimana keempatnya berinteraksi dalam menjawab tantangan zaman. Menggunakan metode kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research), artikel ini menganalisis berbagai literatur terkait kurikulum dan pendidikan Islam untuk merumuskan model pengembangan yang integratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa landasan teologis berfungsi sebagai "pusat orbit" yang bersumber dari Al-Qur'an dan As-Sunnah untuk menjaga kemurnian nilai transendental. Landasan filosofis memberikan kerangka berpikir logis yang menjembatani idealisme Islam dengan realitas modern, sementara landasan psikologis berperan dalam humanisasi pembelajaran yang selaras dengan perkembangan jiwa (nafs) dan fitrah peserta didik. Secara sosiologis, kurikulum PAI dituntut untuk menjadi instrumen perubahan sosial yang mengedepankan moderasi beragama (wasathiyah) di tengah masyarakat multikultural dan era disrupsi digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinkronisasi antara keempat landasan tersebut sangat diperlukan untuk mengatasi ketimpangan antara teori normatif dan realitas perilaku di lapangan. Kurikulum PAI yang transformatif dan futuristik hanya dapat terwujud apabila mampu menghapus dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum. Dengan mengoptimalkan sinergi ini, PAI diharapkan dapat mencetak generasi Insan Kamil yang memiliki kedalaman spiritual, kecemerlangan intelektual, dan kemanfaatan nyata bagi peradaban global.


