PENAFSIRAN AYAT-AYAT SABAR DALAM PERSPEKTIF TAFSIR AL-AZHAR
Kata Kunci:
Sabar, Tafsir Al-AzharAbstrak
Penelitian dalam tesis ini dilatarbelakangi dengan adanya permasalahan dalam menjalani kehidupan. Setiap manusia akan mengalami kesulitan. Zaman sekarang persaingan semakin ketat dan membuat segala hal berjalan semakin cepat sebagaimana yang terjadi di zaman sekarang. Dengan menerapkan salah satu moralitas islam yaitu sabar, mampu menjadi solusi pada setiap permasalahan hidup. Adapun rumusan masalah pada penelitian ini, mengacu pada hasil identifikasi masalah yang dikerucutkan pada tiga bagian, 1. Bagaimana wawasan al-Qur’an tentang sabar?, 2. Bagaimana penafsiran ayat-ayat sabar dan tingkat kesabaran dalam prespektif tafsir al-Azhar?, 3. Bagaimana kontekstualisasi penafsiran ayat-ayat sabar dalam prespektif tafsir al-Azhar di era kekinian? Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan kepustakaan (library research) yang bertumpu pada kajian dan telaah teks. Penelitian ini memiliki dua jenis sumber data, yakni sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer dari penelitian ini ialah Tafsir al-Azhar karya Buya Hamka. Kemudian data sekunder dari penelitian ini diambil dari berbagai referensi ilmiah yang membahas tentang tafsir sufi, juga dari karya-karya Buya Hamka, baik dalam bentuk buku, jurnal, artikel, tesis maupun data tertulis lainnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1.) Pada hakikatnya sabar dalam al-Quran adalah kemampuan bertahan mengendalikan diri baik ketika berada dalam damai ataupun perang, kemampuan bertahan dalam menaati perintah Allah swt., baik dalam keadaan damai maupun perang, dan kemam puan bertahan dalam menghadapi ujian dan cobaan dari Allah swt. Hal ini dapat dipahami dari ayat-ayat yang membahas tentang sabar, yaitu: QS. al-Baqarah (2): 153, QS. al-Anfal (8): 46, dan Q.S. T haha (20): 130. Dll (2.) Menurut Hamka dalam Tafsir al-Azhar penafsiran sabar adalah sabar, tabah, tahan hati, teguh. Sikap sabar adalah kunci ketika sedang dihadapkan dengan suatu ujian. Ketika sabar telah ada pada jiwa seseorang maka mereka tidak akan merasa takut dalam menghadapi musibah karena ada Allah SWT yang selalu membantunya. Hamka menegaskan dalam penafsirannya bahwa ada empat modal dalam hidup didunia yaitu menjalankan shalat untuk untuk peneguhan diri, berbuat yang ma’ruf dan mencegah yang munkar dalam bermasyarakat serta sabar untuk mencapai cita-cita. Dikatakan pula bahwa kunci kesuksesan suatu pekerjaan salah satunya adalah sabar. Apabila kita selalu sabar pasti suatu pekerjaan tidak akan patah ditengah jalan. (3.) Dengan mengetahui penafsiran sabar dalam tafsir Al-Azhar tersebut, maka dapat kita kontekstualisasikan penafsiran Hamka sesuai dengan problematika di era kekinian. Sehingga penulis menemukan problem yang dapat menjadi bahan dalam memahami dan menjelaskan teks penafsiran tersebut agar dapat dikontekstualisasikan dengan era kekinian dalam kehidupan sekarang agar bermanfaat bagi pembaca. Sehingga diperlukan untaian kalimat "Sabar itu Aktif bukan Pasif". Artinya kita sabar dan bersyukur menjalani proses, namun tetap membuka diri dan berjuang untuk menyelesaikannya. Mari kita geser makna sabarnya. Sabar tidak lagi berdiam diri menunggu keajaiban.


