ANALISIS KEMAMPUAN COMPUTATIONAL THINKING SISWA SMP DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA
Kata Kunci:
Computational Thinking, Menyelesaikan Masalah MatematikaAbstrak
Findra Lutfiyanto. 172140046. “Analisis Kemampuan Computational Thinking Siswa SMP dalam Menyelesaikan Masalah Matematika”. Skripsi. Pendidikan Matematika FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo. 2024.Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui kemampuan computational thinking siswa tinggi dalam menyelesaikan masalah matematika. 2) Mengetahui kemampuan computational thinking siswa sedang dalam menyelesaikan masalah matematika. 3) Mengetahui kemampuan computational thinking siswa rendah dalam menyelesaikan masalah matematika.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang dilakukan dikelas VIII D yang berjumlah 38 siswa di Takhasus Nuril Anwar. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan didapatkan enam subjek siswa yang terdiri dua siswa kategori tinggi, dua siswa kategori sedang, dan dua siswa kategori rendah. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu: 1) Tes; 2) Wawancara; 3) Dokumentasi; 4) Lembar Validasi. Analisis data dalam penelitian ini yaitu: 1) Kondensasi data (Data Condemsation); 2) Penyajian data; 3) Verifikasi; 4) Penarikan kesimpulan. Keabsahan data pada penelitian ini menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi waktu.Penelitian ini memperoleh kesimpulan: 1) Kemampuan computational thinking siswa tinggi dalam menyelesaikan masalah matematika materi pola bilangan di SMP Takhasus Nuril Anwar yaitu mampu menyelesaikan masalah dengan melibatkan dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi dan berpikir algoritma. 2) Kemampuan computational thinking siswa sedang dalam menyelesaikan masalah matematika materi pola bilangan di SMP Takhasus Nuril Anwar yaitu mampu melibatkan dekomposisi, pengenalan pola, kurang mampu melibatkan abstraksi sehingga tidak mampu berpikir algoritma. 3) Kemampuan computational thinking siswa rendah dalam menyelesaikan masalah matematika materi pola bilangan di SMP Takhasus Nuril Anwar yaitu kurang mampu menyelesaikan masalah dengan melibatkan keterampilan dekomposisi maupun pengenalan pola, sehingga tidak memungkinkan memenuhi abstraksi dan berpikir algoritma.


