ANALISIS AKULTURASI BUDAYA DAN FUNGSI MUSIK SERENDONG AJER DI SANGGAR MARGASARI KACRIT PUTRA KABUPATEN BEKASI
Kata Kunci:
Akulturasi, Budaya, Fungsi Musik, Kesenian, Serendong Ajer, SanggarAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mendeskripsikan, mengkaji, dan menganalisis bentuk strategi akulturasi budaya dan fungsi musik dari perpaduan instrumen musik modern dengan instrumen musik tradisional etnis Betawi dan etnis Tionghoa dalam musik Serendong Ajer yang mencerminkan nilai-nilai historis dan estetika masyarakat di Sanggar Margasari Kacrit Putra wilayah Kabupaten Bekasi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Temuan ini menunjukkan bahwa musik Serendong Ajer telah mengalami proses akulturasi budaya, sehingga menentukan strategi akulturasi budaya yang dominan terlihat yaitu strategi integrasi, di mana elemen musik tradisional Betawi dipertahankan secara autentik sementara elemen musik modern diangkat untuk meningkatkan pengalaman pada pemusik serta memperluas daya tarik pergelaran musik tersebut kepada audiens di berbagai kalangan. Fungsi musik Serendong Ajer termasuk sebagai ekspresi emosional yang menjadi ruang seniman di sanggar serta audiens untuk mengungkapkan kegembiraan melalui intonasi, kenikmatan estetis, hiburan dalam kegiatan masyarakat lokal, representasi simbolik, reaksi jasmani, stabilitas budaya, dan sebagai integrasi masyarakat agar memastikan nilai pelestarian budaya yang disesuaikan di era modernisasi. Teori akulturasi budaya dari John Widdup Berry dan teori fungsi musik dari Alan Parkhurst Merriam menjelaskan temuan ini. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi untuk pergelaran musik Serendong Ajer yang tidak hanya sebagai sarana pelestarian budaya, tetapi juga sebagai ruang inovasi untuk ekspresi, konteks sosial dan budaya yang aktif di berbagai generasi.


