HUBUNGAN PENGETAHUAN, POLA MAKAN DAN KADAR GULADARAH DENGAN TEKANAN DARAH TINGGI PADA LANSIA DIKABUPATEN NAGAN RAYA DESA KUBANG GAJAH
Kata Kunci:
Hipertensi, Kadar Kolesterol Dalam Darah, Pola Makan, Lansia, SikapAbstrak
Hipertensi merupakan suatu keadaan yang dimana sistolik dan diastolik berada diatas 140/90 mmHg, hipertensi juga dapat disebabkan oleh kurangnya sikap lansia terhadap pengendalian pola makan yang berdampak kepada kesehatan. Pola makan yang tidak baik seperti sering mengkonsumsi makanan cepat saji dan makanan olahan dapat mengganggu keseimbangan kadar kolesterol dalam darah sehingga meningkatkan resiko terjadinya hipertensi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara sikap, pola makan dan kadar kolesterol dalam darah dengan kejadia hipertensi pada lansia di Desa Kubang Gajah. Penelitian ini menggunakan metode yang bersifat kuantitatif dan menggunakan desain deskriptrif dengan pendekatan cros sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu lansia yang berusia 60-95 tahun sebanyak 107 responden dengan menggunakan analisis univariat dan bivariate (chi square). Hasil uji chi square didapati nilai p-value 0,000 ≤alpa 0,005 yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara sikap dengan kejadian hipertensi. hasil uji chi square didapati p-value 0,000 ≤alpa 0,005 yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kejadian hipertensi. Selanjutnya hasil uji chi square didapati nilai p-value 0,000 ≤alpa 0,005 yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kadar kolesterol dalam darah dengan kejadian hipertensi pada lansia di Desa Kubang Gajah tahun 2024. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara sikap, pola makan dan kadar kolesterol dalam darah dengan kejadian hipertensi pada lansia. Saran penelitian ini yaitu masyarakat diharapkan dapat mengurangi kebiasaan buruk yang berhubungan dengan hipertensi. Seperti tidak merokok, olahraga secara teratur juga mengurangi konsumsi makanan yang mengandung lemak dan juga garam.


