PENGARUH PIJAT KAKI TERHADAP INTENSITAS NYERI PADA PASCA PERSALINAN PERVAGINAM
Kata Kunci:
Intensitas Nyeri, Pijat Kaki, Persalinan PervaginamAbstrak
https://ejurnals.comPersalinan adalah momen yang sangat berarti bagi ibu dan dianggap sebagai pengalaman yang bersifat pribadi. Sangat penting untuk menjaga kenyamanan ibu agar ia dapat beradaptasi dengan baik sebagai seorang ibu. Setelah menjalani persalinan normal, ibu kadang merasakan rasa sakit yang bisa mengganggu pemberian ASI serta kegiatan lainnya. Nyeri ini muncul akibat jalan lahir yang mengalami peregangan berlebihan, yang dapat menyebabkan robeknya jaringan lunak di jalan lahir dan mengakibatkan ketidaknyamanan. Salah satu bentuk ketidaknyamanan yang umum dialami adalah nyeri di area perineum. Kondisi ini wajar, namun ketidaknyamanan yang tidak ditangani dengan baik bisa mengakibatkan masalah fisik dan psikologis. Memastikan kesehatan ibu setelah melahirkan secara alami, baik fisik maupun mental, adalah prioritas utama. Dalam perawatan ibu setelah melahirkan, peran keluarga dan tenaga kesehatan sangat krusial, yaitu dalam memberikan dukungan yang sesuai dengan kebutuhan ibu dan mengatasi nyeri dengan salah satunya pijat kaki. Pijat kaki adalah salah satu metode penurunan nyeri, akan tetapi terapi tersebut belum pernah dilakukan pada ibu pasca persalinan pervaginam. Studi kasus ini bertujuan untuk memahami dampak pijat kaki terhadap tingkat nyeri yang dialami oleh ibu setelah melahirkan secara normal selama periode nifas. Studi kasus ini menggunakan metode eksperimen semu yang melibatkan 38 responden dan teknik pengumpulan data secara acak sederhana. Lokasi penelitian adalah di praktek mandiri Bidan Eva. Responden terbagi menjadi dua kategori atau dua kelompok, yaitu kelompok yang mendapatkan intervensi dan kelompok yang tidak mendapatkan intervensi. Alat yang digunakan dalam penelitian ini meliputi kuesioner, Skala Analog Visual (VAS), dan Skala Kenyamanan Pasca Persalinan (PCS). Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji chi square/Uji tepat Fisher, uji t independen, dan analisis varians satu arah (ANOVA). Rata-rata skor kenyamanan ibu pada kelompok intervensi menunjukkan angka yang lebih tinggi daripada kelompok kontrol (masing-masing 143. 45±8. 96 dan 119. 00±14. 65) dengan p = 0. 000. Rata rata rasa sakit yang didapatkan pada grup yang mendapat ptatalaksana jauh lebih rendah dibandingkan dengan kelompok kontrol (1. 36±1. 22 dan 4. 95±2. 27) dengan p = 0. 000. Teknik pijat kaki terbukti efektif dalam mengurangi level nyeri setelah persalinan pervaginam. Terdapat penurunan pada level nyeri pada ibu setelah persalinan pervaginam sebesar 73%. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pijat kaki mampu menurunkan intensitas nyeri pada ibu pasca persalinan pervaginam. Oleh karena itu, bidan dapat menerapkan pemijatan kaki kepada semua ibu pasca persalinan pervaginam disemua fasilitas kesehatan.ojs/index.php/jpkt/submission?id=2837#details


