SKRINING FITOKIMIA DAN UJI TOKSISITAS EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN BIDARA (ZIZIPHUS MAURITIANA L.) DENGAN MENGGUNAKAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (BSLT)

Penulis

  • Lila Wahyuni STIKes Har-Kausyar Penulis
  • Elza Rachman Panca Priyanda STIKes Har-Kausyar Penulis
  • Tasya Regita STIKes Har-Kausyar Penulis

Kata Kunci:

Ziziphus Mauritiana L, Skrining Fitokimia, Toksisitas, BSLT,, LC50,, Artemia Salina.

Abstrak

Indonesia memiliki kekayaan hayati yang melimpah, termasuk tanaman berkhasiat obat seperti daun bidara (Ziziphus mauritiana L.) yang secara tradisional digunakan untuk berbagai keperluan kesehatan. Pemanfaatan tanaman ini harus didukung dengan adanya suatu penelitian ilmiah guna memastikan kandungan senyawa aktif serta keamanannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder dan toksisitas ekstrak etil asetat daun bidara menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Proses ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etil asetat. Uji skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan steroid. Uji toksisitas dilakukan terhadap larva Artemia salina dengan konsentrasi ekstrak 0 (kontrol negatif), 25, 50, 100, dan 500 ppm. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak memiliki nilai LC₅₀ sebesar 283,139 µg/mL, yang dikategorikan sebagai toksik. Kematian larva disebabkan oleh senyawa bioaktif dalam ekstrak yang mengganggu fungsi metabolisme dan sistem saraf larva. Dengan demikian, daun bidara memiliki potensi senyawa toksik dan perlu diteliti lebih lanjut untuk aplikasi farmasi, khususnya sebagai antikanker.

Unduhan

Diterbitkan

2025-07-13