HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DAN JARAK RUMAH DENGAN KEAKTIFAN BALITA KE POSYANDU DI DESA LONG BISAI
Kata Kunci:
Pengetahuan Ibu, Jarak Rumah, Keaktifan Balita, PosyanduAbstrak
Latar Belakang: Posyandu merupakan layanan kesehatan masyarakat yang berfokus pada pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita. Keaktifan kunjungan balita ke Posyandu dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk tingkat pengetahuan ibu dan jarak rumah ke lokasi Posyandu. untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu dan jarak rumah dengan keaktifan balita ke Posyandu di Desa Long Bisai. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, yang dilakukan pada bulan Juli 2025 dengan jumlah sampel 52 ibu balita yang pilih menggunakan tehnik probability sampling. Pengukiran variabel dilakukan dengan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki tingkat pengetahuan yang cukup tentang pelayanan Posyandu, seperti manfaat penimbangan, imunisasi, dan pemantauan tumbuh kembang anak, yakni sebanyak 24 orang (46,2%). Namun demikian, masih ada ibu yang memiliki pengetahuan kurang, khususnya mengenai jadwal pelayanan dan pentingnya peran aktif orang tua. Selain itu, sebagian besar ibu tinggal dengan jarak ≥ 5 km dari lokasi Posyandu (55,8%), yang menjadi kendala utama dalam membawa balita secara rutin. Keaktifan balita tergolong rendah, dengan 32 ibu (62,5%) tidak rutin membawa anaknya ke Posyandu. Analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu dengan keaktifan balita (p = 0,000) dan antara jarak rumah dengan keaktifan balita ke Posyandu (p = 0,003). Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu dan jarak rumah memiliki hubungan yang signifikan terhadap keaktifan balita dalam mengikuti kegiatan Posyandu di Desa Long Bisai. Diperlukan upaya peningkatan edukasi kepada ibu serta pemerataan akses terhadap Posyandu untuk meningkatkan partisipasi balita dalam layanan kesehatan dasar.


