FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN CAKUPAN PELAKSANAAN SKRINING HIPOTIROID KONGENITAL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MALINAU SEBERANG

Penulis

  • Fidiasti Sukma ITKES Wiyata Husada Samarinda Penulis
  • Risnawati ITKES Wiyata Husada Samarinda Penulis
  • Norhapifah Hestri ITKES Wiyata Husada Samarinda Penulis
  • Masyita Gita ITKES Wiyata Husada Samarinda Penulis

Kata Kunci:

Hipotiroid Kongenital, Skrining, Pendidikan, Pekerjaan, Jarak, Pengetahuan

Abstrak

Latar Belakang: Angka kelahiran di Kalimantan Timur meningkat dari 38 ribu per 1.000 kelahiran hidup (2020) menjadi 62 ribu (2021). Di Kalimantan Utara, prevalensi kelahiran 2021 sebesar 2,23 per 1.000, dengan tiga kasus Hipotiroid Kongenital di Nunukan, Bulungan, dan Tarakan, sedangkan di Malinau belum ada kasus positif. Dari 1.505 bayi yang lahir di Malinau, 434 telah menjalani skrining hipotiroid kongenital hingga November 2024.Tujuan:untuk mengetahui hubungan antara pendidikan, pekerjaan, jarak tempat tinggal, dan pengetahuan ibu dengan cakupan skrining hipotiroid kongenital pada bayi.Metode:Jenis penelitian adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi baru lahir di wilayah kerja Puskesmas Malinau Seberang dengan jumlah 55 ibu. Besaran sampel penelitian ini ditetapkan dengan menggunakan rumus Slovin berjumlah 48 sampel dengan metode probability sampling dengan teknik simple random sampling yaitu pengambilan sampel sesuai dengan kriteria. Data dikumpulkan melalui kuesioner serta data rekam medis, kemudian dianalisis menggunakan Fisher’s Exact Test dan Likelihood dengan tingkat kemaknaan 0,05.Hasil: menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki hasil skrining hipotiroid kongenital negatif (95,8%), sedangkan positif hanya 4,2%. Analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan (p=0,392), pekerjaan (p=0,503), jarak tempat tinggal (p=0,588), maupun pengetahuan (p=0,503) dengan cakupan skrining hipotiroid kongenital. Kesimpulan: bahwa pendidikan, pekerjaan, jarak, dan pengetahuan tidak berhubungan dengan pelaksanaan skrining hipotiroid kongenital di Puskesmas Malinau Seberang. Hal ini mengindikasikan bahwa keberhasilan cakupan skrining lebih dipengaruhi oleh faktor sistem pelayanan kesehatan yang terstandarisasi serta peran aktif tenaga kesehatan dalam memberikan layanan. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji faktor lain seperti dukungan keluarga, kebijakan fasilitas kesehatan, serta budaya.

Unduhan

Diterbitkan

2025-10-13