BUDAYA LOKAL DAN PERILAKU SANITASI: STUDI ETNOGRAFI MASYARAKAT BANJAR DALAM PRAKTIK BUANG AIR BESAR DI BANTARAN SUNGAI MARTAPURA
Kata Kunci:
Budaya Lokal, Nilai, Norma, Perilaku Sanitasi, PersepsiAbstrak
Latar Belakang: Perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS) paling sering terjadi pada masyarakat di bantaran sungai. Berdasarkan hasil pengamatan di bantaran Sungai Martapura, perilaku BABS masih menjadi fenomena yang memprihatinkan. Meskipun pemerintah dan berbagai pihak telah berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya sanitasi yang baik, praktik BABS tetap marak terjadi. Sungai yang seharusnya menjadi sumber air bersih untuk kehidupan sehari-hari malah tercemar oleh limbah manusia, sehingga mengancam kesehatan warga sekitar. Tujuan: Untuk mengkaji budaya masyarakat Banjar dalam praktik buang air besar di bantaran Sungai Martapura. Metode: Penelitian kualitatif dengan rancangan studi etnografi. Subjek utama adalah masyarakat yang melakukan perilaku buang air besar di bantaran Sungai Martapura, subjek triangulasi terdiri dari tokoh masyarakat setempat dan petugas puskesmas bidang kesehatan lingkungan. Analisis meliputi redusi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil: Praktik buang air besar di bantaran Sungai Martapura memiliki akar yang sangat kuat dalam struktur budaya masyarakat Banjar. Dari segi nilai, praktik ini telah dianggap wajar karena diwariskan secara turun-temurun dan telah menjadi bagian dari rutinitas hidup masyarakat sejak usia dini. Dari sisi norma sosial, masyarakat di bantaran sungai tidak memiliki aturan atau larangan tegas yang mengatur perilaku buang air besar di sungai. Persepsi masyarakat terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan masih sangat subjektif dan dipengaruhi oleh pengalaman serta kebiasaan kolektif. Kesimpulan: Perilaku ini adalah warisan dari orang tua dan nenek moyang yang memperkuat identitas budaya dan rasa keterikatan terhadap praktik tersebut.


