GAMBARAN PENILAIAN EFISIENSI PENGGUNAAN TEMPAT TIDUR RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT EMANUEL BANJARNEGARA
Kata Kunci:
Efisiensi Penggunaan Tempat Tidur Ruang Rawat InapAbstrak
Efisiensi penggunaan tempat tidur merupakan salah satu indikator penting dalam menilai mutu pelayanan rawat inap di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efisiensi penggunaan tempat tidur di ruang rawat inap Rumah Sakit Emanuel Banjarnegara dengan menggunakan empat indikator utama menurut metode Barber Johnson, yaitu Bed Occupancy Rate (BOR), Average Length of Stay (AvLOS), Turn Over Interval (TOI), dan Bed Turn Over (BTO). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, menggunakan data sekunder dari Sensus Harian Rawat Inap (SHRI) periode Oktober hingga Desember 2024, serta dilengkapi dengan wawancara dan observasi pada unit rekam medis dan rawat inap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai BOR rata-rata sebesar 63,93%, berada di bawah standar ideal 75–85%, yang mengindikasikan tingkat pemanfaatan tempat tidur yang belum optimal. Nilai AvLOS sebesar 2,61 hari juga lebih rendah dari standar ideal 3–12 hari, menunjukkan durasi perawatan pasien yang relatif singkat. Sementara itu, indikator TOI sebesar 1,38 hari berada dalam kisaran standar ideal 1–3 hari, yang berarti jeda penggunaan tempat tidur tergolong efisien. Namun, nilai BTO sebesar 7,50 kali masih jauh di bawah standar ideal internasional lebih dari 30 kali, menunjukkan rotasi penggunaan tempat tidur yang rendah. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi pemanfaatan tempat tidur di Rumah Sakit Emanuel Banjarnegara belum mencapai kondisi ideal. Diperlukan optimalisasi pemanfaatan ruang rawat inap melalui peningkatan mutu pelayanan, penguatan sistem pemantauan sensus harian, serta evaluasi berkelanjutan terhadap indikator efisiensi untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan rumah sakit.


