HUBUNGAN ASUPAN PROTEIN DAN ZAT BESI DENGAN STATUS ANEMIA REMAJA PUTRI DI PANTI ASUHAN FAJAR BARU DEPOK
Kata Kunci:
Anemia, Protein, Remaja, Zat BesiAbstrak
Prevalensi anemia menurut WHO tahun 2019, yang ada pada wanita usia 15-49 di seluruh dunia sebanyak 29,9%. Wilayah Asia Tenggara menjadi yang paling tinggi dengan angka 42%. Di Negara Indonesia, angka penderita anemia di usia 15-24 tahun adalah sebesar 15,5%, menurut hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018. Sementara itu, di Provinsi Jawa Barat, angka anemia pada remaja putri usia 12-18 tahun adalah 26,9%. Penelitian ini bertujuan mengelola hubungan asupan protein dan zat besi dengan status anemia pada remaja Panti Asuhan Fajar Baru Depok. Desain penelitian yang digunakan cross sectional melibatkan 43 remaja putri sebagai responden. Data primer didapat melalui kuesioner food recall 24 jam dan Hb menggunakan metode GCHb. Data dianalisis dengan uji chi square. Hasil menunjukkan bahwa sebanyak 48,8% responden mempunyai asupan protein yang kurang, 48,8% memiliki asupan zat besi yang kurang, dan 62,8% responden mengalami anemia. Penelitian ini tidak menemukkan adanya keterkaitan antara konsumsi protein dan zat besi dengan status anemia. Peneliti merekomendasikan agar penelitian berikutnya juga melibatkan kebiasaan minum teh, kopi, serta status menstruasi dalam hubungannya dengan status anemia.


