HUBUNGAN SUPERVISI KEPALA RUANG DENGAN KEPATUHAN PERAWAT PELAKSANA MENJALANKAN KESELAMATAN PASIEN DI RUMAH SAKIT PETALA BUMI PEKANBARU
Kata Kunci:
Supervisi Kepala Ruang, Kepatuhan Perawat, Keselamatan Pasien, Patient Safety, Rumah SakitAbstrak
Rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan memiliki tanggung jawab dalam menjamin penerapan standar keselamatan pasien secara konsisten. Kepatuhan perawat dalam melaksanakan prosedur keselamatan pasien merupakan indikator utama mutu pelayanan dan keberhasilan program patient safety. Studi pendahuluan di RSUD Petala Bumi Pekanbaru menunjukkan masih terdapat variasi dalam pelaksanaan supervisi kepala ruang serta kepatuhan perawat terhadap standar keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan supervisi kepala ruang dengan kepatuhan perawat dalam pelaksanaan keselamatan pasien. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh perawat pelaksana di ruang rawat inap sebanyak 74 responden dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner supervisi kepala ruang sebanyak 23 item dan kuesioner kepatuhan keselamatan pasien sebanyak 21 item. Hasil uji validitas menunjukkan nilai r hitung berkisar antara 0,902–0,925 (rxy > r tabel), sehingga seluruh item dinyatakan valid. Uji reliabilitas diperoleh nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,911 yang menunjukkan instrumen memiliki konsistensi internal yang sangat baik. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas supervisi kepala ruang berada pada kategori baik (93,2%) dan kepatuhan perawat pada kategori patuh (91,9%). Terdapat hubungan yang signifikan antara supervisi kepala ruang dan kepatuhan perawat (p = 0,001; OR = 134,000). Disimpulkan bahwa supervisi yang efektif berkontribusi kuat terhadap peningkatan kepatuhan perawat. Direkomendasikan agar manajemen rumah sakit memperkuat sistem supervisi secara berkala, terstruktur, dan berbasis evaluasi untuk mendukung budaya keselamatan pasien yang berkelanjutan.


