LITERATURE REVIEW: EFEKTIVITAS BREATHING RELAXATION TERHADAP DYSPNEA PADA PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK)

Penulis

  • Jessica Flora Saragih Institut Kesehatan Payung Negeri Penulis
  • Sri Yanti Institut Kesehatan Payung Negeri Penulis
  • Dendy Kharisna Institut Kesehatan Payung Negeri Penulis
  • Ulfa Hasanah Institut Kesehatan Payung Negeri Penulis

Kata Kunci:

PPOK, Relaksasi Pernapasan, Tinjauan Pustaka, Dispnea, PRISMA

Abstrak

Penyakit paru obstuktif kronik (PPOK) adalah penyakit pernapasan kronis dengan gejala pernapasan yang menetap dan keterbatasan aliran udara karena adanya gangguan pada saluran napas atau alveoli. Gejala utama PPOK ditandai dengan dispnea (sesak napas), batuk yang berlangsung lama, produksi dahak berlebihan, munculnya suara napas mengi (wheezing), dan kelelahan. Penderita PPOK membutuhkan penatalaksanaan medis berupa terapi farmakologis dan beberapa terapi nonfarmakologis salah satunya yaitu breathing relaxation. Breathing relaxation memiliki 5(lima) metode yaitu, pursed lips breathing, diaphragmatic breathing, deep breathing exercise, ballon blowing, dan progressive muscle relaxation. Tujuan untuk mengetahui efektivitas breathing relaxation terhadap dispnea berdasarkan penelitian sebelumnya. Desain penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menggunakan pedoman PRISMA, dan sumber data diperoleh dari database internasional dan nasional, seperti PubMed dan Google Scholar. Hasil sintesis dari sepuluh penelitian terkait intervensi breathing relaxation pada pasien PPOK, terlihat bahwa Pursed Lips Breathing merupakan metode yang paling efektif  dan berpengaruh dalam mengurangi dispnea dibandingkan teknik lain. Didukung  oleh desain penelitian yang kuat, yaitu RCT (randomized controlled trial) disertai dengan jumlah sampel yang cukup banyak dan  quasi-experimental dengan pre-post test atau kontrol, menunjukkan perubahan bermakna dalam parameter pernapasan. Namun secara keseluruhan, keempat metode lainnya juga terbukti efektif dalam mengurangi gejala dispnea pada pasien PPOK, meskipun efek klinisnya relatif lebih lambat atau kurang menonjol dibandingkan Pursed Lips Breathing. Temuan ini menunjukkan bahwa seluruh metode breathing relaxation dapat digunakan sebagai intervensi non-farmakologis yang dapat membantu mengurangi dispnea pada pasien PPOK. Penerapan intervensi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan membantu optimalisasi manajemen nonfarmakologis pada pasien PPOK.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-13