HUBUNGAN TINGKAT STRES DAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN DISPEPSIA FUNGSIONAL PADA REMAJA DI SMA NEGERI 1 BUBON TAHUN 2024
Kata Kunci:
Dispepsia Fungsional, Pola Makan, Jenis Makanan, Tingkat StresAbstrak
Latar belakang: Dispepsia adalah kumpulan gejala yang ditandai denga rasa tidak nyaman pada abdomen bagian atas lambung dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan. Faktor risiko yang menyebabkan dispepsia antara lain pola makan dan stres. Pola makan berupa frekuensi, jumlah, dan jenis makanan yang dikonsumsi. Kebiasaan mengkonsumsi makanan yang pedas, asam, dan minum minuman berkarbonasi serta mengandung kafein dapat meningkatkan resiko terjadinya dispepsia. Selain itu, respon psikologis terhadap faktor stres juga dapat mengakibatkan hemeostatis mereka terganggu. Tujuan: Tujun penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungtingkat stres dan pola makan dengan kejadian dispepsia fungsional pada remaja di SMA Negeri 1 Bubon. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif analitik melalui pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan selama tiga minggu menggunakan kuesioner dengan jumlah sampel sebanyak 120 siswa. Analisis data dilakukan dengan uji statistik chi square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan 70 orang ( 58,3%) mengalami stres dan sebanyak 71 orang (59,2%) memiliki pola makan yang tidak baik. Analisis bivariate menunjukkan tidak adanya hubungan antara tingkat stres dengan dispepsia fungsional pada remaja (p=0,584) dan ada hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kejadian dispepsia fungsional pada remaja (p=0,000). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan kejadian dispepsia hal ini berarti Ha ditolak dan H0 diterima dan terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kejadian dispepsia fungsional maka dengan demikian Ha diterima dan H0 ditolak


