ANALISIS KOMPARASI PENYEBAB KERUSAKAN PADA PROSES PRODUKSI BALLCRANK DAN KNOB PADA PROSES INJECTION MOULDING
Kata Kunci:
Injection Moulding, Short Mold, Ballcrank, Knob, Kerusakan Produk, Parameter ProsesAbstrak
Proses injection moulding merupakan metode penting dalam industri manufaktur plastik, namun sering dihadapkan pada permasalahan cacat produk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif penyebab kerusakan pada dua komponen plastik—Ballcrank dan Knob—yang diproduksi di PT. Shinsei Denshi Indonesia. Fokus utama penelitian adalah jenis kerusakan short mold, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti desain produk, parameter proses (tekanan, suhu, waktu pendinginan), serta kondisi cetakan. Metode penelitian meliputi observasi langsung, dokumentasi produksi, dan analisis data statistik terhadap 100 sampel masing-masing produk selama tujuh hari produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk Ballcrank memiliki tingkat kerusakan sebesar 9,14%, lebih tinggi dibandingkan Knob sebesar 7,57%. Hal ini disebabkan oleh desain Ballcrank yang lebih kompleks, distribusi material yang tidak merata, dan sensitivitas terhadap variasi proses. Sebaliknya, Knob cenderung lebih stabil karena bentuknya yang sederhana. Penelitian ini memberikan rekomendasi berupa penyesuaian parameter proses, peningkatan kontrol kualitas, dan perawatan cetakan secara berkala untuk menekan tingkat kerusakan. Hasil ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi produksi dan kualitas produk, serta menjadi acuan bagi pengembangan proses manufaktur yang lebih andal dalam industri plastik


