HAKIKAT KEMATIAN PERSPEKTIF IMAM AL-GHAZALI DALAM KITAB IHYA’ULUMUDDIN
Keywords:
Imam Al-Ghazali, Ihya’ Ulumuddin, KematianAbstract
Pada hakikatnya, kematian merupakan akhir dari kehidupan dunia dan awal kehidupan Akhirat. Namun, dewasa ini masih banyak manusia yang kurang memahami tentang persoalan kematian. Mereka mengira bahwa kematian adalah ketiadaan, dan juga akhir dari kehidupan manusia. Padahal kematian itu hanyalah sebuah proses perpindahan dari satu alam yang bersifat fana menuju pada alam yang bersifat kekal abadi. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu bagaimana memahami makna kematian melalui pemikiran Imam Al-Ghazali dalam Kitab Ihya’ Ulumuddin yang tidak semua orang benar-benar mengetahui tentang hakikat kematian yang dijabarkan dalam dua fokus yaitu: 1. Bagaimana hakikat kematian menurut pemikiran Imam Al-Ghazali 2. Bagaimana posisi jiwa setelah mengalami kematian menurut pemikiran Imam Al-Ghazali . Metode dalam penelitian ini metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari sumber primer yaitu telaah terhadap Kitab Ihya’ Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali , sedangkan sumber sekundernya yaitu berupa jurnal, skripsi, dan buku-buku yang relevan dengan penelitian ini, yaitu tentang kematian. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan kematian itu adalah Sesuatu yang terjadi pada setiap yang bernyawa. Diketahui bahwa sejauh ini tidak ada seorangpun yang mampu menghindari kematian. Tidak ada harta benda, jabatan, atau bahkan kawan yang dapat menjamin keselamatan seseorang dari kematian. Manusia diciptakan bukan untuk mati, melainkan untuk hidup. Kematian yang dialami hanyalah proses perubahan keadaan dari kehidupan dunia menuju pada kehidupan akhirat yang kekal. Sedangkan posisi Ruh saat sudah terlepas dari jasad, ruh orang muslim terbang dan hinggap di sebuah pohon di surga, lalu dikembalikan oleh Allah ke jasad nya
