STRATEGI GURU DALAM PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA KELAS IV DI SD NEGERI 5 PENATIH
Kata Kunci:
Problem Based Learning (PBL), Kemampuan Berpikir Kritis, Strategi GuruAbstrak
Pendidikan Pancasila merupakan mata pelajaran wajib yang diajarkan di setiap jenjang pendidikan, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, dengan tujuan membentuk sikap dan perilaku siswa berdasarkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) guna meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas IV di SD Negeri 5 Penatih. Fokus penelitian mencakup tiga aspek utama, yaitu: (1) implementasi PBL oleh guru dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi "Pancasila Dasar Negaraku", (2) faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan model PBL, serta (3) implikasi penerapan PBL terhadap proses dan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru dalam menerapkan PBL meliputi tahap perencanaan (perancangan masalah yang kontekstual), pelaksanaan (peran guru sebagai fasilitator dalam diskusi kelompok), dan evaluasi (penilaian proses berpikir siswa). Faktor pendukung keberhasilan penerapan PBL antara lain kompetensi guru, motivasi belajar siswa, lingkungan belajar yang kondusif, serta dukungan kurikulum. Di sisi lain, keterbatasan waktu dan rendahnya partisipasi aktif beberapa siswa menjadi hambatan yang perlu diatasi. Implikasi dari penerapan PBL mencakup peningkatan kemampuan berpikir kritis, keterampilan kolaboratif, serta pembentukan karakter siswa sebagai individu yang berpikir reflektif, terbuka, dan bertanggung jawab. Pembelajaran menjadi lebih aktif, menarik, dan bermakna karena siswa dilibatkan secara langsung dalam pemecahan masalah yang relevan dengan kehidupan mereka.
