PENERAPAN TERAPI MENGHARDIK PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI HALUSINASI PEDENGARAN DI RS JIWA PROF. DR. M. ILDREM MEDAN
Kata Kunci:
Gangguan Jiwa, Halusinasi Pendengaran, Terapi MenghardikAbstrak
Gangguan jiwa adalah gangguan yang terjadi pada otak yang salah satunya ditandai dengan terganggunya perilaku, proses berfikir, emosi dan persepsi. Halusinasi pendengaran merupakan perubahan persepsi sensori dan hilangnya stimulus yang dialami oleh pasien gangguan jiwa yang disertai dengan tanda gejala mendengar sensasi suara-suara, bisik-bisikan yang sebenarnya tidak nyata. Salah satu intervensi yang dapat dilakukan untuk pasien halusinasi pendengaran yaitu penerapan terapi menghardik. Teknik menghardik yaitu dengan cara menutup telinga dapat memberikan pengaruh dalam menurunkan tingkat halusinasi pendengaran. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari dua pasien dengan diagnosis yang sama yaitu Gangguan Persepsi Sensori Halusinasi Pendengaran Di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Muhammad Ildrem Medan. Intervensi diberikan dalam bentuk Terapi menghardik mulai dari SP 1 hingga SP 4, yang dilakukan selama tiga hari mulai pukul 08.00 hingga 18.00 WIB, dengan enam sesi pertemuan. Hasil penelitian ini adalah dimana sebelum dilakukannya terapi ini pasien masih sering mendengar suara suara yang menyuruhnya untuk memukul orang disekitarnya dan setelah dilakukan nya terapi ini pasien sudah dapat mengontrol halusinasinya dengan terapi yang diberikan yaitu terapi menghardik dengan menutup kedua telinga. Kesimpulan dari studi ini adalah bahwa terapi menghardik efektif sebagai bagian dari asuhan keperawatan jiwa dalam menangani gangguan persepsi sensori halusinasi pendengaran. Saran penelitian diharapkan dapat menjadi acuan dalam melakukan penelitian lanjutan pada kasus keperawatan jiwa dengan halusinasi pendengaran menggunakan terapi menghardik.
