OPTIMASI FORMULA TEH HERBAL BUNGA TELANG (CLITORIA TERNATEA) DAN DAUN MINT (MENTHA PIPERITA) MENGGUNAKAN MIXTURE DESIGN
Kata Kunci:
Bunga Telang, Daun Mint, Teh Herbal, Mixture Design, Aktivitas Antioksidan, DPPH, Interferensi WarnaAbstrak
Tingginya prevalensi penyakit degeneratif yang berkaitan dengan stres oksidatif akibat radikal bebas meningkatkan kebutuhan akan asupan antioksi dan eksogen. Teh herbal berbahan kombinasi bunga telang (Clitoria ternatea L.) yang kaya antosianin dan daun mint (Mentha piperita L.) yang mengandung senyawa fenolik berpotensi menjadi alternatif praktis untuk diteliti manfaat kesehatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan formula teh herbal berbahan bunga telang dan daun mint menggunakan pendekatan Mixture Design serta mengkaji interferensi warna pada pengujian DPPH. Bunga telang dan daun mint dikeringkan menggunakan food dehydrator pada suhu 55 °C selama 5 jam, kemudian diformulasikan dalam berbagai proporsi. Optimasi dilakukan menggunakan Simplex Lattice Mixture Design yang menghasilkan sepuluh run percobaan, dengan aktivitas antioksidan (% inhibisi DPPH) sebagai respon utama dan warna seduhan sebagai respon kualitatif pendukung. Analisis statistik dilakukan menggunakan perangkat lunak Minitab. Hasil menunjukkan model regresi signifikan (p = 0,006) dengan nilai R² sebesar 77,37%. Formula dengan proporsi daun mint lebih tinggi menghasilkan nilai inhibisi tertinggi dan stabil (hingga ±73,90%). Sebaliknya, dominasi bunga telang menyebabkan nilai inhibisi negatif akibat interferensi pigmen antosianin yang menyerap pada panjang gelombang mendekati 517 nm. Secara keseluruhan, peningkatan proporsi daun mint lebih optimal dalam menghasilkan aktivitas antioksidan, serta menegaskan pentingnya koreksi blanko pada pengujian DPPH untuk menjaga validitas hasil pada sampel berpigmen kuat
