ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI HALUSINASI PENDENGARAN PADA SDR.QR DI RUMAH SAKIT JIWA GRHASIA YOGYAKARTA

Penulis

  • Nur Iswantri Sundari Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta Penulis
  • Deasti Nurmaghupita Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta Penulis

Kata Kunci:

Skizofrenia, Halusinasi Pendengaran, Asuhan Keperawatan

Abstrak

Tanpa stimulus nyata. Kondisi ini dapat memicu perubahan emosi dan perilaku serta menghambat fungsi sosial. Jika tidak ditangani, halusinasi dapat memperburuk kondisi gangguan jiwa dan menimbulkan dampak negatif bagi pasien maupun lingkungan. Terapi generalis strategi pelaksanaan (SP) sebagai intervensi nonfarmakologi terbukti memberikan efek menenangkan, mengurangi kejadian halusinasi, dan membantu pasien lebih fokus pada realita. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan metode studi kasus melalui pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Studi kasus dilaksanakan di Wisma Sembodro RSJ Grhasia Yogyakarta pada Sdr. QR, pasien dengan diagnosis skizofrenia paranoid (F20.3) disertai gangguan persepsi sensori halusinasi pendengaran. Intervensi berupa terapi generalis SP 1 (mengenal halusinasi dan menghardik), SP 2 (bercakap-cakap dengan orang lain), SP 3 (melakukan aktivitas terjadwal), dan SP 4 (patuh minum obat) yang dilakukan secara bertahap dan terstruktur dalam aktivitas harian pasien sesuai jadwal yang telah disusun. Hasil studi menunjukkan adanya perubahan positif pada kondisi pasien. Setelah dilakukan SP 1-4 secara konsisten, pasien menunjukkan penurunan intensitas halusinasi, peningkatan ketenangan, kemampuan berkomunikasi yang lebih baik, serta peningkatan produktivitas dalam menjalankan aktivitas harian seperti sholat, mandi, senam, membuat keterampilan, dan berinteraksi dengan teman. Pada akhir evaluasi, pasien mampu mengidentifikasi halusinasi dan mengendalikannya dengan SP 1-4 secara mandiri. Kesimpulan dari studi kasus ini adalah bahwa implementasi asuhan keperawatan dengan SP 1-4 efektif dalam membantu menurunkan halusinasi pendengaran pada pasien skizofrenia paranoid. Pendekatan terstruktur dalam asuhan keperawatan jiwa tidak hanya berdampak psikologis, tetapi juga membantu pasien merasa rileks dan mampu mengendalikan gejala halusinasi dengan lebih baik. Saran: Perawat diharapkan dapat menerapkan strategi pelaksanaan pengendalian halusinasi secara konsisten dan berkesinambungan, serta melibatkan pasien secara aktif dalam setiap tahap asuhan keperawatan. Institusi pendidikan dan pelayanan kesehatan jiwa diharapkan dapat menggunakan hasil studi kasus ini sebagai referensi dalam pengembangan asuhan keperawatan jiwa.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-13