KESIAPAN KERJA PERAWAT BARU DAN IMPLIKASINYA TERHADAPKESELAMATAN PASIEN: LITERATURE REVIEW
Kata Kunci:
Kesiapan Kerja, Perawat Baru, Keselamatan Pasien, Transisi KepraktisanAbstrak
Kesiapan kerja perawat baru berperan penting dalam kualitas pelayanan dan keselamatan pasien. Mereka menghadapi tantangan adaptasi, penerapan teori ke praktik, dan tekanan profesional, yang dapat memengaruhi kinerja serta meningkatkan risiko keselamatan pasien. Tujuan dari tinjauan untuk menganalisis dan mengeksplorasi kesiapan kerja perawat baru dan dampaknya terhadap keselamatan pasien. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur dengan menelusuri artikel dari database ProQuest, Google Scholar, dan Gale, menggunakan kata kunci “kesiapan kerja,” “perawat baru,” “keselamatan pasien,” dan “transisi kepraktisan.” Artikel yang dipilih dalam 10 tahun terakhir, berbahasa Inggris atau Indonesia, dan relevan dengan topik, diseleksi menggunakan protokol PRISMA dan metode PICO, menghasilkan 16 artikel sebagai bahan analisis. Hasil analisis menunjukkan bahwa kesiapan kerja perawat baru dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pendidikan formal, pengalaman klinis sebelumnya, program orientasi di tempat kerja, dan dukungan organisasi. Perawat baru yang mendapatkan pelatihan intensif dan bimbingan dari mentor cenderung lebih siap menghadapi tantangan klinis. Selain itu, dukungan dari rekan kerja dan lingkungan kerja yang kondusif berkontribusi pada peningkatan adaptasi dan kesiapan perawat, yang berdampak positif pada keselamatan pasien. Kesimpulan: Beberapa tantangan masih dihadapi, termasuk beban kerja tinggi dan keterbatasan waktu untuk pelatihan tambahan setelah orientasi. Oleh karena itu, penting bagi rumah sakit untuk mengembangkan kebijakan yang mendukung kesiapan kerja perawat baru melalui pelatihan berkelanjutan dan program mentoring. Dengan memastikan kesiapan kerja yang optimal, rumah sakit dapat mengurangi risiko kesalahan medis dan meningkatkan kualitas perawatan pasien.


