FALSIFIKASI DUNIA 1,2 DAN 3 PEMIKIRAN KARL POPPER DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN PAI
Kata Kunci:
Karl Popper, Falsifikasi dan Pembelajaran PAIAbstrak
Pemikiran Karl Popper tentang falsifikasi dan dunia 1,2 dan 3 memiliki implikasi yang signifikan dalam pembelajaran PAI (Pendidikan Agama Islam) yang mana falsifikasi merupakan proses pengujian suatu teori atau hipotesis dengan mencari bukti yang dapat menyangkalnya. Namun metode ini sering sekali dikritik karena dianggap tidak dapat diuji atau difalsifikasi. Seorang filosof Ilmu pengetahuan Karl Poppper mengemukakan konsep falsifikasi sebagai cara untuk menguji kebenaran suatu teori. Karl Popper berpendapat bahwa metode ilmiah harus berbasis pada falsifikasi dan bukan pada verivikasi. Lalu apakah ada hubungan antara verivikasi dan falsifikasi? Melalui artikel ini akan membahas, kemudian fokus pada pengalaman subjektif dan kesadaran individu yang sulit untuk difalsifikasi karena bersifat subjektif. Dalam konteks PAI dunia 1 dapat dihubungkan dengan aspek- aspek fisik dari Agama, seperti ritual dan ibadah. Dunia 2 dapat dihubungkan dengan aspek-aspek psikis dari Agama, seperti keyakinan dan spritualitas. Dunia 3 dapat dihubungkan dengan aspek-aspek budaya dari Agama, seperti tradisi dan nilai-nilai. Implikasinya dalam pembelajaran PAI untuk saat ini sudah berjalan namun hanya bersifat pembenaran (verivikasi)


