SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: EFEKTIVITAS PERSON-CENTERED COUNSELING UNTUK MENINGKATKAN RESILIENSI
Kata Kunci:
Konseling Berpusat Pada Individu, Ketahanan, Tinjauan Literatur SistematisAbstrak
Beberapa tahun terakhir, pendekatan Person-Centered Counseling (PCC) semakin banyak dikaji sebagai upaya untuk meningkatkan resiliensi individu, terutama pada kelompok-kelompok yang menghadapi tekanan psikososial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas PCC dalam meningkatkan resiliensi pada berbagai populasi serta mengidentifikasi konteks penerapannya yang paling optimal. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) mengacu pada pedoman PRISMA 2020. Pencarian dilakukan pada database Scopus, ScienceDirect, dan SINTA dengan kombinasi kata kunci seperti “person-centered counseling”, “client-centered therapy”, “resilience”, dan "resiliensi". Dari 98 publikasi yang diidentifikasi, 7 artikel penelitian empiris memenuhi kriteria inklusi untuk analisis. Hasil telaah menunjukkan bahwa PCC secara konsisten efektif dalam meningkatkan resiliensi, baik sebagai intervensi langsung melalui konseling individu maupun kelompok. Efektivitas terkuat tercatat pada populasi yang mengalami trauma relasional (misal: korban bullying), krisis psikologis berisiko tinggi (misal: penyintas percobaan bunuh diri), dan kerentanan sosial (misal: remaja hamil di luar nikah). Mekanisme utamanya terkait dengan terciptanya kondisi terapeutik Rogers: empati, kongruensi, dan unconditional positive regard yang memfasilitasi pemulihan konsep diri, regulasi emosi, dan pemaknaan ulang pengalaman traumatis. Studi berbasis analisis profil (Latent Profile Analysis) juga menguatkan bahwa lingkungan relasional yang hangat dan suportif merupakan fondasi kritis bagi resiliensi. Disimpulkan bahwa PCC merupakan pendekatan yang efektif untuk membangun resiliensi, khususnya dalam konteks yang melibatkan kerusakan harga diri dan kebutuhan akan penguatan agensi individu.


