EKSISTENSI KOMPETENSI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM ERA POSTMODERNISME THE EXISTENCE OF ISLAMIC EDUCATION TEACHER COMPETENCE IN THE POSTMODERNISM ERA
Kata Kunci:
Eksistensi Guru PAI, Kompetensi Adaptif, Postmodernisme, Literasi Digital, Moderasi BeragamaAbstrak
Transisi filosofis menuju era postmodernisme telah menciptakan tantangan mendasar terhadap peran pendidikan, termasuk Pendidikan Agama Islam (PAI). Kondisi ini, yang ditandai oleh keraguan terhadap kebenaran absolut, penguatan pluralisme nilai, dan banjir informasi di Era Post-Truth, menuntut redefinisi atas eksistensi kompetensi Guru PAI supaya tetap relevan dengan zaman. Penelitian ini bertujuan menganalisis urgensi dan bentuk adaptasi kompetensi Guru PAI agar tetap relevan dan memiliki daya transformatif. hasil studi menemukan bahwa kompetensi Guru PAI kini harus diperluas melampaui empat pilar tradisional. Adaptasi ini mencakup: Peningkatan Kompetensi Literasi Digital dan Etika Media Kritis, Penguatan Kompetensi Inklusivitas dan Moderasi Beragama (Wasatiyyah Islam), serta Penerapan Kompetensi Pedagogik Reflektif dan Kontekstual. Secara faktual, pembaharuan pendidikan Islam menjadi kebutuhan mutlak yang diwujudkan sebagai prasyarat penting dalam menciptakan sumber daya Muslim yang cerdas, enerjik, berkomitmen terhadap Islam dan berakhlak mulia. Pembahasan menyimpulkan bahwa relevansi Guru PAI terletak pada transformasi peran dari sekadar penyebar pengetahuan menjadi fasilitator spiritualitas yang memandu siswa dalam menghadapi fragmentasi kebenaran. Revitalisasi kompetensi ini merupakan syarat penting untuk memastikan PAI tetap menjadi poros moral di tengah arus relativisme global.


