IMPLEMENTASI REWARD AND PUNISHMENT GURU PAI DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN DAN PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK SMP IT DI KABUPATEN KARIMUN
Kata Kunci:
Reward, Punishment, Kedisiplinan, Prestasi Belajar, Guru PAIAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi reward dan punishment oleh guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam meningkatkan kedisiplinan dan prestasi belajar peserta didik di SMP IT Kabupaten Karimun. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya strategi pembinaan perilaku dan motivasi belajar peserta didik melalui pendekatan yang mendidik, seimbang, dan sesuai dengan nilai-nilai pendidikan Islam. Reward dan punishment menjadi salah satu strategi pedagogis yang dapat digunakan guru untuk memperkuat perilaku positif serta mengoreksi perilaku yang kurang sesuai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan penelitian terdiri dari guru PAI dan peserta didik di SMP IT Kabupaten Karimun. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi reward dan punishment oleh guru PAI dilakukan secara terencana sebagai strategi pembinaan karakter dan kedisiplinan peserta didik. Reward diberikan dalam berbagai bentuk seperti pujian verbal, apresiasi religius, reward simbolik, serta penghargaan akademik dan sosial yang bertujuan untuk memperkuat perilaku positif, meningkatkan motivasi belajar, dan membangun suasana kelas yang kondusif. Sementara itu, punishment diterapkan secara edukatif, nonfisik, dan bertahap, seperti teguran, tugas reflektif, pembatasan hak sementara, hingga konseling, dengan tetap menjaga martabat peserta didik. Implementasi reward dan punishment terbukti mampu meningkatkan kedisiplinan, tanggung jawab, serta semangat belajar siswa. Faktor pendukung keberhasilan strategi ini meliputi pemahaman pedagogis guru, budaya sekolah yang positif, aturan kelas yang jelas, serta dukungan orang tua. Adapun faktor penghambat antara lain perbedaan karakter siswa, potensi ketergantungan terhadap reward, serta ketidakkonsistenan penerapan antar guru. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan reward dan punishment secara tepat, proporsional, dan konsisten dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kedisiplinan dan prestasi belajar peserta didik serta membentuk karakter yang sesuai dengan nilai-nilai pendidikan Islam.


