STRATEGI PEMBELAJARAN GURU PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DALAM MEMBENTUK KARAKTER KEJUJURAN SISWA DI SMA NEGERI 1 SILAEN
Kata Kunci:
Strategi Pembelajaran, Pendidikan Agama Katolik, Guru PAK, Karakter Kejujuran, Pembentukan KarakterAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pembelajaran Guru Pendidikan Agama Katolik dalam membentuk karakter kejujuran siswa di SMA Negeri 1 Silaen serta mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi dalam proses pembentukan karakter kejujuran siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan penelitian terdiri atas Guru Pendidikan Agama Katolik, Wakil Kepala Sekolah, Guru Pendidikan Agama Protestan, dan siswa SMA Negeri 1 Silaen. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Guru Pendidikan Agama Katolik dalam membentuk karakter kejujuran siswa dilaksanakan melalui tiga strategi utama, yaitu guru sebagai teladan dalam pembelajaran, integrasi nilai kejujuran dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Katolik, serta pelibatan siswa secara aktif dalam kegiatan pembelajaran. Guru menunjukkan keteladanan melalui penggunaan bahasa yang sopan dan jujur, bersikap adil, memberikan penilaian secara objektif, serta konsisten antara perkataan dan tindakan. Nilai kejujuran diintegrasikan melalui pembiasaan mengerjakan tugas secara mandiri, penegasan sikap anti- menyontek, pemberian kesempatan kepada siswa untuk mengakui kesalahan dan menyampaikan pendapat secara jujur, serta pemberian apresiasi kepada siswa yang menunjukkan perilaku jujur. Guru juga menciptakan pembelajaran yang aktif melalui diskusi, tanya jawab, presentasi, doa, pembacaan Kitab Suci, dan refleksi sehingga siswa terlibat secara langsung dalam proses pembelajaran. Penelitian ini juga menemukan bahwa pembentukan karakter kejujuran siswa masih menghadapi beberapa tantangan, yaitu pengaruh lingkungan sosial terhadap perilaku tidak jujur, pengaruh media sosial terhadap pembentukan sikap tidak jujur, serta kurangnya keteladanan dan perhatian orang tua di lingkungan keluarga. Ketiga faktor tersebut memengaruhi sikap dan perilaku siswa sehingga diperlukan kerja sama antara guru, sekolah, orang tua, dan lingkungan sekitar dalam menanamkan nilai kejujuran secara berkelanjutan. Dengan demikian, strategi pembelajaran Guru Pendidikan Agama Katolik yang dilaksanakan secara konsisten serta didukung oleh lingkungan keluarga dan sekolah mampu memberikan kontribusi positif dalam membentuk karakter kejujuran siswa.


