IMPLEMENTASI SUBSTANSI KURIKULUM MERDEKA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM di SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 4 KOTA JAMBI
Kata Kunci:
Kurikulum Merdeka, Pendidikan Agama Islam, Asesmen, Pembelajaran Berdiferensiasi, Profil Pelajar PancasilaAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi substansi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMAN 4 Kota Jambi. Substansi Kurikulum Merdeka yang dikaji meliputi asesmen, pembelajaran berdiferensiasi, dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Selain itu, penelitian ini juga mengkaji dinamika pelaksanaan pembelajaran serta faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan Kurikulum Merdeka pada pembelajaran PAI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas guru Pendidikan Agama Islam dan peserta didik kelas XI yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen dan kegiatan P5 telah dilaksanakan sebagai bagian dari proses pembelajaran dan penguatan karakter peserta didik. Namun, pembelajaran berdiferensiasi belum diterapkan secara sistematis sehingga pembelajaran masih bersifat seragam dan belum sepenuhnya menyesuaikan dengan perbedaan kemampuan dan kebutuhan belajar siswa. Dinamika pembelajaran PAI masih didominasi oleh peran guru, meskipun interaksi melalui diskusi dan penugasan telah dilakukan. Faktor pendukung utama dalam implementasi Kurikulum Merdeka adalah adanya kebebasan guru dalam merancang pembelajaran, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan pemahaman, keterampilan pedagogik, dan waktu. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi substansi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran PAI telah berjalan, namun belum optimal, sehingga diperlukan penguatan kompetensi guru dan dukungan sekolah agar pembelajaran benar-benar berpihak pada peserta didik.


