DESAIN KONSEPTUAL BAHAN AJAR MULTIMODAL BAHASA INDONESIA DENGAN MUATAN KEARIFAN LOKAL BADENG
Kata Kunci:
Bahan Ajar Multimodal, Kearifan Lokal, Kesenian Badeng, Pembelajaran Bahasa Indonesia, Model ADDIEAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan desain bahan ajar Bahasa Indonesia berbasis teks multimodal dengan muatan kearifan lokal Kesenian Badeng pada siswa kelas VIII SMP. Penelitian dilatarbelakangi oleh rendahnya optimalisasi budaya lokal sebagai sumber belajar serta tuntutan penguatan literasi multimodal dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE. Penelitian ini meliputi tahap analisis dan desain. Data diperoleh melalui analisis kebutuhan, angket kesiapan digital siswa, dan hasil Raport Pendidikan Tingkat SMP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik memiliki kesiapan digital yang memadai untuk mengikuti pembelajaran multimodal. Desain bahan ajar yang dikembangkan praktis, dan relevan dengan Capaian Pembelajaran Fase D. Integrasi teks verbal, visual, dan audiovisual berbasis Kesenian Badeng mampu mendukung pengembangan keterampilan menyimak, membaca dan memirsa, menulis, berbicara dan mempresentasikan secara terpadu, sekaligus meningkatkan keterlibatan belajar dan apresiasi siswa terhadap budaya lokal. Dengan demikian, desain bahan ajar multimodal berbasis kearifan lokal berpotensi menjadi alternatif model pembelajaran Bahasa Indonesia yang inovatif dan kontekstual di tingkat SMP.


