PENGARUH LINGKUNGAN BAHASA TERHADAP KEPERCAYAAN DIRI MAHASISWA DALAM BERKOMUNIKASI DALAM BAHASA ARAB
Kata Kunci:
Lingkungan Bahasa, *Bi'ah Lughawiyyah*, Kepercayaan Diri, Komunikasi Lisan Bahasa Arab, Pendekatan KuantitatifAbstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena rendahnya kepercayaan diri sebagian mahasiswa dalam berkomunikasi secara lisan menggunakan bahasa Arab, meskipun mereka telah mengikuti berbagai mata kuliah bahasa di tingkat universitas. Faktor utama yang diduga kuat memengaruhi kondisi psikologis dan performa komunikasi ini adalah "Lingkungan Bahasa" (*Bi’ah Lughawiyyah*). Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis secara empiris pengaruh lingkungan bahasa Arab terhadap kepercayaan diri mahasiswa dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Arab di Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Islam Jakarta (UID). Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen jenis *one-group pretest-posttest*. Populasi penelitian ini mencakup seluruh mahasiswa aktif Program Studi Pendidikan Bahasa Arab UID Jakarta, dengan sampel sebanyak 35 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik *simple random sampling*. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner skala Likert lima poin yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, serta dilengkapi dengan tes kemampuan berbicara lisan. Analisis data inferensial dilakukan menggunakan uji-t sampel berpasangan (*paired samples t-test*) dan pengukuran ukuran efek Cohen’s d dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil analisis data menunjukkan adanya perbedaan yang sangat signifikan antara skor rata-rata *pretest* (M = 69,49; SD = 5,977) sebelum intervensi lingkungan bahasa diterapkan dan skor rata-rata *posttest* (M = 80,89; SD = 4,357) setelah intervensi lingkungan bahasa yang intensif dilaksanakan. Pengujian hipotesis menghasilkan nilai t hitung sebesar-17,651 dengan tingkat signifikansi p < 0,001 (p < 0,05), yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Nilai ukuran efek Cohen’s d adalah 2,984, yang dikategorikan sebagai efek yang sangat besar. Hasil ini secara empiris menyimpulkan bahwa penciptaan dan perancangan lingkungan bahasa Arab yang kondusif, terstruktur, dan suportif—baik dalam interaksi formal maupun informal di kampus—terbukti efektif dalam meminimalkan kecemasan berbahasa dan secara signifikan meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Arab.


