MAKNA DAN NILAI SOSIAL DALAM TRADISI DEBUS SEBAGAI WARISAN BUDAYA BANTEN
Kata Kunci:
Debus, Banten, Nilai Sosial, BudayaAbstrak
Tradisi debus adalah salah satu warisan budaya unik Banten yang mencerminkan kombinasi antara seni pertarungan, spiritualitas, dan nilai-nilai sosial masyarakat di daerah tersebut. Studi ini meneliti arti dan nilai sosial dalam tradisi debus dengan fokus pada Padepokan Seni Silat dan Debus Assyifa yang berada di Serang, Banten. Sebagai negara kepulauan yang kaya akan budaya, Indonesia memiliki kearifan lokal yang diturunkan dari generasi ke generasi melalui bahasa, tradisi, sastra lisan, dan dokumen. Tradisi debus merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang tetap ada karena terus dilestarikan dalam kehidupan sosial dan mampu beradaptasi dengan kemajuan zaman. Di bawah pimpinan Iip Supriadi, Padepokan Assyifa memiliki peran penting dalam menjaga debus sebagai seni pertahanan diri dan spiritual. Padepokan ini tidak hanya mengajarkan teknik fisik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai etika, moral, dan spiritual melalui ajaran Tarekat Rifaiyah, yang mencakup zikir, doa, serta disiplin syariat. Nilai-nilai itu menguatkan keyakinan, membentuk kepribadian, dan berfungsi sebagai pedoman hidup bagi para pelaku. Penemuan ini mengindikasikan bahwa tradisi debus bukan hanya sekadar aksi fisik, melainkan sebuah praktik budaya yang kaya akan makna sosial, spiritual, dan identitas kolektif masyarakat Banten. Oleh karena itu, debus memiliki fungsi signifikan sebagai warisan budaya yang harus senantiasa dilestarikan dan diperkenalkan kepada generasi yang akan datang.


