ANALISIS DAMPAK TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) SEMEMAL TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI KELURAHAN PASIR PANJANG KECAMATAN MERAL BARAT KABUPATEN KARIMUN
Kata Kunci:
Dampak, TPA Sememal, Sosial Ekonomi, MasyarakatAbstrak
Seiring dengan terus meningkatnya jumlah penduduk di Kabupaten Karimun dari tahun ke tahun, volume sampah yang dihasilkan pun mengalami lonjakan signifikan. Pertumbuhan penduduk ini secara langsung berdampak pada peningkatan aktivitas konsumsi, yang pada akhirnya memicu bertambahnya timbulan sampah, baik dari rumah tangga maupun sektor-sektor seperti perdagangan dan jasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak Tempat Pembuangan Akhir terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat di RW 01 RT 02 Kelurahan Pasir Panjang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Informan dalam penelitian ini adalah Ketua lurah, masyarakat umum, RT/RW, pengelola TPA, dan pelaku ekonomi. Hasil analisis menunjukkan bahwa TPA Sememal menjadi sumber utama polusi udara yang memengaruhi kualitas udara dan meningkatkan risiko penyakit diare dan malaria di kalangan masyarakat. Dari sisi ekonomi, TPA menimbulkan dampak ganda menciptakan lapangan kerja informal bagi pemulung dan pekerja sampah, namun sekaligus menurunkan pendapatan usaha kecil, seperti warung makan, akibat pencemaran lingkungan. Selain itu, penurunan nilai properti tanah di sekitar TPA menunjukkan dampak negatif terhadap sektor investasi dan kesejahteraan warga pemilik lahan. Meskipun demikian, interaksi sosial masyarakat menunjukkan kecenderungan positif, ditandai dengan tumbuhnya semangat gotong royong dan kerja sama dalam menjaga kebersihan lingkungan serta mendukung sesama warga terdampak. Untuk mengatasi dampak keberadaan TPA Sememal, perlu diterapkan Solusi terpadu dengan memperhatikan aspek lingkungan, kesehatan, ekonomi, dan sosial. Penguatan modal sosial masyarakat, seperti gotong royong, serta penerapan teknologi pengelolaan sampah yang ramah lingkungan menjadi kunci dalam mengurangi dampak negatif dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar.


