SIFAT DAN PARA RASUL SEBAGAI PEMIMPIN UMAT II : ANALISIS QS. ALI-IMRAN:159 QS. AL-ANFAL:65, DAN QS. ASY- SYU’ARA:215
Kata Kunci:
Kepemimpinan Islam, Sifat Para Rasul, Nabi Muhammad SAW, Kesejahteraan Umat, Al-Qur’anAbstrak
Kepemimpinan memiliki peranan strategis dalam membimbing dan mengarahkan umat menuju tujuan yang bermakna, baik secara spiritual maupun sosial. Kepemimpinan dalam perspektif Islam tidak hanya dipahami sebagai jabatan formal, melainkan sebagai proses pembentukan karakter dan keteladanan yang mampu memberikan pengaruh positif bagi masyarakat. Makalah ini bertujuan untuk mengkaji sifat-sifat para rasul, khususnya Nabi Muhammad SAW, sebagai pemimpin umat yang efektif, inspiratif, dan relevan sepanjang zaman. Metode kajian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap sumber-sumber tafsir Al-Qur’an dan literatur kepemimpinan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa sifat-sifat utama para rasul, yaitu shiddiq (kejujuran), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan kebenaran), dan fathanah (kecerdasan), menjadi fondasi utama dalam membangun kepemimpinan yang berintegritas dan berorientasi pada kemaslahatan umat. Selain itu, Al-Qur’an melalui QS. Ali ‘Imran ayat 159, QS. Al-Anfal ayat 65, dan QS. Asy-Syu’ara ayat 215 menegaskan pentingnya sikap lemah lembut, musyawarah, motivasi, serta kerendahan hati dalam kepemimpinan umat. Keteladanan para rasul terbukti memberikan kontribusi signifikan terhadap perkembangan dan kesejahteraan umat dalam aspek spiritual, sosial, politik, dan ekonomi, sebagaimana tercermin dalam penerapan nilai keadilan, toleransi, dan kesejahteraan sosial. Oleh karena itu, sifat-sifat kepemimpinan para rasul menjadi rujukan penting bagi pengembangan model kepemimpinan umat yang beretika, humanis, dan kontekstual dengan tantangan masa kini.


