PERAN KEBAHASAAN DALAM MENANGKAL NARASI RADIKALISME PADA SISWA SMP–SMA
Kata Kunci:
Bahasa, Literasi Digital, Narasi Radikal, Berpikir Kritis, Peserta DidikAbstrak
Bahasa memiliki peran penting dalam pembentukan pola pikir, sikap, dan perilaku peserta didik. Di era digital, bahasa tidak hanya berfungsi dalam komunikasi langsung, tetapi juga menjadi media utama penyebaran informasi melalui platform digital, termasuk media sosial. Kondisi ini meningkatkan risiko masuknya narasi radikal yang disampaikan dengan bahasa persuasif, emosional, dan provokatif, sehingga mudah memengaruhi pelajar. Kelompok peserta didik pada jenjang SD, SMP, dan SMA termasuk rentan karena masih berada dalam tahap perkembangan kognitif dan emosional. Artikel ini bertujuan mengkaji peran kebahasaan melalui konsep bijak berbahasa dan bijak berpikir sebagai strategi pencegahan narasi radikal di lingkungan pendidikan. Metode yang digunakan adalah sosialisasi langsung kepada peserta didik di sekolah sebagai sarana edukasi dan penguatan pemahaman. Hasil kajian diharapkan dapat menjadi dasar penguatan literasi bahasa dan kemampuan berpikir kritis pelajar sebagai benteng awal menghadapi pengaruh narasi radikal.


