POLA PRAGMATIK BAHASA EMPATIK DALAM INTERAKSI KONSELING DAN KESEHATAN MENTAL
Kata Kunci:
Bahasa Empatik, Pragmatik, Interaksi Konseling, Kesehatan Mental, Sekolah Menengah AtasAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola pragmatik bahasa empatik dalam interaksi konseling serta relevansinya terhadap kesehatan mental peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan dilaksanakan di SMA Negeri 1 Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah, khususnya pada layanan bimbingan dan konseling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa empatik dalam interaksi konseling diwujudkan melalui strategi pragmatik seperti pemberian respons afirmatif, penggunaan ungkapan pemahaman emosional, dan penghindaran tuturan yang bersifat menghakimi. Namun, pemanfaatan bahasa empatik tersebut belum sepenuhnya dilakukan secara konsisten dan terstruktur, terutama dalam menghadapi isu peserta didik seperti tekanan akademik dan dinamika relasi sosial. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan kesadaran pragmatik bahasa empatik penting untuk meningkatkan efektivitas layanan konseling dan mendukung kesehatan mental peserta didik di lingkungan sekolah menengah atas.


