PERBEDAAN ONLINE SHOPPING ADDICTION PADA GENERASI MUDA BERDASARKAN GENDER
Kata Kunci:
Online Shopping Addiction, Generasi Muda, Gender, Perilaku Konsumtif, Cognitive Behavioral TherapyAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat online shopping addiction pada generasi muda serta menganalisis perbedaan tingkat adiksi tersebut berdasarkan gender. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain komparatif. Subjek penelitian berjumlah 200 responden dengan rentang usia 18–28 tahun yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan adalah Online Shopping Addiction Scale (OSA) yang terdiri dari 18 item dan mencakup enam dimensi, yaitu salience, tolerance, mood modification, withdrawal, conflict, dan relapse. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang disebarkan secara daring. Analisis data meliputi uji validitas, uji reliabilitas, statistik deskriptif, kategorisasi tingkat adiksi, serta uji perbedaan menggunakan Mann–Whitney U Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat online shopping addiction pada generasi muda berada pada kategori sedang. Selain itu, terdapat perbedaan yang signifikan berdasarkan gender dengan nilai signifikansi sebesar 0,001, di mana responden laki-laki memiliki tingkat adiksi yang lebih tinggi dibandingkan perempuan. Temuan ini menunjukkan bahwa perilaku belanja online pada generasi muda dipengaruhi oleh faktor gender serta berpotensi berkembang menjadi perilaku adiktif. Oleh karena itu, diperlukan intervensi berupa konseling berbasis cognitive behavioral therapy (CBT) untuk membantu individu meningkatkan kontrol diri, mengelola emosi, serta mengembangkan perilaku konsumsi yang lebih sehat.


