TEORI KONEKSIONISME DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM: ANALISIS KONSEPTUAL DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN

Penulis

  • Dika Kurnia Dikrillah Institut Agama Islam Al-Hidayah Bogor Penulis
  • Ali Maulida Institut Agama Islam Al-Hidayah Bogor Penulis

Kata Kunci:

Teori Koneksionisme, Pendidikan Islam, Psikologi Pembelajaran, Stimulus-Respons, Behaviorisme

Abstrak

Studi ini bertujuan untuk menganalisis teori Koneksionisme Edward L. Thorndike dari perspektif pendidikan Islam dan untuk mengeksplorasi implikasi konseptualnya bagi pembelajaran kontemporer. Koneksionisme menyatakan bahwa pembelajaran adalah proses pembentukan hubungan antara stimulus dan respons melalui percobaan dan kesalahan. Studi kualitatif-konseptual ini menggunakan pendekatan filosofis-hermeneutik untuk meneliti bagaimana mekanisme stimulus-respons, Hukum Kesiapan, Hukum Latihan, dan Hukum Efek selaras atau berbeda dengan filsafat pendidikan Islam. Data dikumpulkan melalui tinjauan literatur teks-teks psikologi utama dan pemikiran pendidikan Islam klasik. Hasil menunjukkan bahwa meskipun Koneksionisme menawarkan mekanisme penguatan struktural dan perilaku yang sangat efektif untuk pembiasaan (al-’Adah) dan perolehan keterampilan dalam pembelajaran Islam, ia pada dasarnya kurang memiliki dimensi spiritual-metafisik. Dalam pendidikan Islam, stimulus tidak hanya bersifat lingkungan tetapi juga ilahi (wahy), dan respons didorong oleh niat (niyyah) dan kesadaran spiritual (taqwa). Oleh karena itu, integrasi Koneksionisme dalam kerangka Islam membutuhkan spiritualisasi Hukum Akibat, di mana penguatan dikaitkan dengan motivasi transendental intrinsik (mencapai mardhatillah) dan bukan hanya imbalan materi atau psikologis. Sintesis konseptual ini menyediakan kerangka pedagogis yang lebih holistik untuk mengembangkan kompetensi kognitif dan karakter moral pada siswa Muslim.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-13